• Rabu , 22 Agustus 2018

KELOMPOK PENERBANG ROKET A NIGHT SCHOUWBURG

KELOMPOK PENERBANG ROKET (KPR) TERMASUK PENDATANG BARU. AKAN TETAPI, BAND ROCK YANG DIDIRIKAN PADA 2011 LALU INI PERLAHAN TAPI PASTI MENJADI BAND YANG MEROKET DI PANGGUNG MUSIK INDONESIA. BAHKAN, KPR MERUPAKAN BAND ROCK PERTAMA YANG SUKSES DIKURASI DEWAN KESENIAN JAKARTA UNTUK TAMPIL DI GEDUNG KESENIAN JAKARTA (GKJ) DALAM KONSER BERTAJUK KPR “A NIGHT AT SCHOUWBERG”. KONSER BERGENGSI INI DIREKAM LANGSUNG DAN SELANJUTNYA DIKEMAS DALAM BENTUK DOUBLE ALBUM.

 

Dipertemukan secara tidak sengaja, band berawak John Paul Patton (bass/lead vocal), Rey Marshall (gitar/backing vocal), dan I Gusti Vikranta (drum/backing vocal) akhirnya bersepakat untuk membentuk band secara serius. Dalam rentang waktu setahun setelah resmi berdiri, mereka mematangkan konsep musik dengan melakukan jamming dan latihan di studio. Setelah menemukan chemistry dan menemukan arah bermusik mereka, ketiga personel KPR ini bersepakat untuk mengambil in_ uence musik rock klasik era 70-an. Nama band legendaries nasional—seperti AKA, Duo Kribo, hingga Panbers—menjadi inspirasi band ini. Bahkan, nama KPR pun diilhami dari salah satu lagu milik Duo Kribo bertajuk “Mencarter Roket”.

Musik Motorhead, Black Sabbath, hingga Jimi Hendrix juga menjadi panutan. Namun, pada akhirnya, karakter musik Led Zeppelin menjadi titik temu musik mereka. Maklum saja, ketiganya memiliki latar belakang musik berbeda walaupun sama-sama bermain di genre rock, mulai dari rock progresif, metal, alternatif, sampai rock klasik. Raungan distorsi, aksi liar, dan gaya bermusik yang lepas dengan lirik yang lugas menjadi aura kuat KPR dalam bermusik. Selama setahun berkutat di studio, ternyata KPR cukup sukses mematangkan jalur dan gaya bermusik mereka. KPR mulai memastikan eksistensi mereka saat merilis single “Mati Muda” pada April 2015 yang sukses mengawali karier mereka di panggung musik tanah air. Single tersebut pada akhirnya tergabung bersama lagu hit lainnya, seperti “Anjing Jalanan” dalam album pertama mereka, Teriakan Bocah (2015).

Album ini cukup berhasil membuat trio ini semakin dikenal, khususnya di kalangan pencinta musik indie. Belakangan, band ini sering menjadi line up untuk acara-acara bergensi di Tanah Air. Uniknya, selang dua bulan meluncurkan debut album tersebut, KPR langsung merilis album kedua mereka yang berjudul HAAI. Merilis dua buah album pada tahun yang sama, album kedua ini dikerjakan di bawah Sinjitos Record dan merupakan album tribute to Panbers. Sinjitos Record menawarkan KPR sebuah kontrak eksklusif untuk membuat album covering dari band legendaris Indonesia tersebut. KPR berhasil mengaransemen lagu-lagu hit Panbers dengan gaya bermusik mereka yang khas. Sebanyak 8 buah lagu hit Panbers di-cover dalam album ini dengan karakter rock klasik ala KPR yang sangat kental.

LIVE RECORDING, A NIGHT AT SCHOUBERG

KPR merupakan band rock pertama yang tampil di GKJ yang langsung mendapatkan live recording dalam penampilan tersebut. Nantinya, hasil live recording tersebut diedarkan dalam bentuk double album (CD dan vinyl). Tampil di GKJ tentu adalah prestasi yang cukup prestise, mengingat gedung kesenian yang usianya telah lebih dari 1 abad ini merupakan tempat bersejarah bagi para seniman. Tak sembarangan seniman dapat tampil di GKJ karena harus melalui tahap kurasi ketat dari pihak Dewan Kesenian Jakarta. GKJ pun selama ini cenderung lebih banyak menampilkan pertunjukan teater, tari, atau musik klasik yang memang didukung oleh sisi akustik gedung.

Namun, bukanlah hal yang mudah mengatur tata suara untuk pertunjukan band dalam gedung bersejarah ini, apalagi dengan adanya proses recording secara langsung. Band yang pernah tampil dan sukses melakukan proses live recording di GKJ adalah Kla Project dan Naif. Konser KPR pada 17 Desember 2017 lalu membuat band ini mencetak sejarah sebagai band rock pertama yang dapat tampil di Gedung Kesenian Jakarta. KPR tampil selama 2 jam yang dibagi menjadi 2 sesi dan setiap aksi mereka direkam langsung dalam bentuk live recording (dibahas di rubrik lain edisi ini, Red.).

Konser yang dimulai sekitar pukul 20.30 WIB ini digelar atas prakarsa Jababa Record dan Locker Event. Tentu saja konser ini menjadi perjalanan karier yang luar biasa untuk band asal Jakarta ini. Kesempatan ini merupakan hal yang membanggakan bagi KPR. Mereka merasa beruntung bisa dipercaya melakukan live recording secara eklusif. “Tampil di gedung bersejarah membuat semangat kita menggebu. Menjadi konser pertama kami yang dikemas secara megah dan eksklusif, apalagi di rekam secara langsung,” ungkap I Gusti Vikranta yang biasa dipanggil Viki ini. Kesempatan ini tentunya juga merupakan kesempatan langka dan bergengsi bagi banyak band di Tanah Air. Baca selengkapnya ya di Majalah Audiopro edisi 01 2018 di aplikasi GRAMEDIA DIGITAL (Android/iOS) atau di TB Gramedia Indonesia.

Related Posts