• Jumat , 17 Agustus 2018

LANEY LX10

BERMAIN LIVE DI ATAS PANGGUNG ADALAH CARA TERBAIK MENGASAH PERFORMANCE SKILL, TETAPI KETIKA BERBICARA MENGENAI TEKNIK YANG DIBUTUHKAN ADALAH LATIHAN, LATIHAN, DAN LATIHAN. UNTUK ITU, ANDA MEMBUTUHKAN SEBUAH PRACTICE AMP.

Namun, walaupun hanya digunakan sebagai practice amp, amplifier tersebut haruslah mampu menghasilkan sound serta tone yang baik dan detail agar nyaman digunakan sehingga membuat Anda ingin berlatih lebih. Saat ini, model practice amp di pasaran sangat bermacam-macam dengan harga dan fitur yang bervariasi. Akan tetapi, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk membeli sebuah practice amps seperti harga, wattage, speaker, serta channel preamp seperti yang masuk ruang review Audiopro Kali ini, yaitu Laney LX-10.

DESAIN SERTA FITUR

Dimensi yang compact dengan desain housing closed-back dibalut material berwarna hitam menutup sebuah speaker pada amplifier ini. Pada panel depan amplifier single channel ini terdapat 1 buah jack ¼” input, parameter volume serta dua band passive control equalizer berupa bass dan treble. Laney LX-10 juga dapat berfungsi sebagai ampli rehearsal karena dibekali aux in dan mini jack headphones. Bagusnya, speaker pada amplifier dengan daya sebesar 15 watt untuk menghidupkannya ini sudah fullrange, sehingga berkarakter hi-fi untuk memutar file audio pada aux in-nya.

SOUND

Saat mencoba pertama kali menggunakan gitar Cort M600 berkonfigurasi Humbucker, sound clean amplifier ini berkarakter clean yang fat dan transparan. Namun, saat menggunakan Gitar Ibanez Talman yang berkonfigurasi single coil, Laney LX-10 mampu merepro dengan baik karakteristik gitar dengan konfigurasi yang berbeda. Sehingga, kami membuat kesimpulan bahwa Laney ini tetap membawa karakteristik amplifier single channel pada umumnya, yaitu transparan. Saat mencoba channel drive-nya, dengan bass serta mid di-setting flat, naikkan knob pada angka 9, penambahan volume juga terjadi pada channel drive ini, karakteristik soft clipping efek pedal overdrive yang organic di-repro oleh amplifier ini. Namun cukup disayangkan, karena kita tidak dapat mengatur kadar volume seperti pada pedal overdrive.

Putar knob ke angka 2, sound distortion terdengar cukup keras tanpa break up pada speaker 5”-nya. Biasanya pada amplifer dengan ukuran speaker tersebut akan break up, namun itu tidak terjadi pada amplifier ini. Akan tetapi, kami sarankan tidak terlalu membuka treble, karena karakter ampli ini cenderung dominan di frekuensi tinggi. Kami juga mencoba memutar MP3 pada aux in-nya untuk mendengarkan No Resolve-nya – Dirty Thrills, secara keseluruhan amplifier ini sudah cukup mewakili kebutuhan untuk playback lagu sehingga gitaris dapat menggunakannya untuk jamming dengan backing track ataupun lagu favorit.

OVERALL

Single channel dengan drive switch pada practice amp sangat diperlukan. Selain untuk berlatih dengan sound clean, para gitaris juga harus berlatih memainkan lead atau rhytem yang membutuhkan sound overdrive/distortion. Ukurannya yang kompak menjadikan amplifier ini cocok untuk portable, baik untuk sekadar practice di rumah maupun finger warm up exercises di belakang stage. Selain sound serta tone yang dihasilkan cukup baik ditambah adanya aux in serta heaphone out, untuk sebuah practice amp, Laney LX-10 sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan para gitaris.

Related Posts