• Rabu , 23 Mei 2018

MARIO SASKARA BERBEKAL PENDIDIKAN MUSIK DAN FORMAL

ADALAH MARIO SASKARA SEORANG GITARIS BERBAKAT SALAH SATU MEMBER KAIZU BAND YANG MULAI BELAJAR GITAR SEJAK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DAN KINI BANYAK PRODUKSI LAGU INSTRUMENTALIA YANG SUDAH DIBUATNYA.

Mario Saskara, terlibat sebagai session player Element recording dan performance di luar kegiatan dengan Kaizu. Pengalamannya dalam bidang rekaman dan panggung masih dilakukannya hingga saat ini. Bahkan musisi muda ini juga merangkap sebagai manajer distribusi Audistation salah satu distributor dari sejumlah brand ternama di dunia. Menjadi musisi bukan sebagai cita-cita awal karena lingkungan keluarga yang membimbing Mario ingin menjadi seorang eksekutif muda. “Dahulu cita-cita saya ingin menjadi eksekutif muda karena melihat papa setiap kerja menjadi seorang eksektuif yang kariernya dihabiskan di sana. ‘Doktrin’ keluarga saya pada saat itu, kuliah yang benar dan berkarier bagus hingga menjadi pekerja.

Tidak ada yang menyuruh saya menjadi seorang musisi pada saat itu,” kenang Mario. Ketika duduk si bangku sekolah menengah atas, Mario mulai menonton video musik, salah satunya adalah Slash (gitaris Guns N Rose) menjadi isnpirasinya hingga saat ini sebagai gitaris yang ikonik. Sejak remaja, mimpi menjadi gitaris terus terstimulasi. Saat itu, Mario mengikuti kursus gitar sambil mengikuti kegiatan band. Tak terpikirkan, Mario menjadi serius merintis kariernya di bidang musik. Akan tetapi sambil menapakkan karier di bidang musik, ia tetap mengikuti kegiatan pendidikan formalnya. Ekspansi bermain gitar terus dilakukannya bahkan, band-band menjadi panutannya terus bertambah demi menambah wawasan bermain musik.

Yang menarik, Selepas lulus SMA ia justru menyelesaikan Diploma 3 di Institut Musik Indonesa (IMI) fakultas gitar, di Jakarta untuk memuluskan karier di musiknya. Mario juga kerap berdiskusi tentang industri musik dengan saudara sepupu Sigit Purnomo Syamsuddin Said (lebih dikenal Pasha Ungu) membuatnya kian semangat menjajaki kariernya di bidang musik dan mendorongnya dan menuangkan kreatifitas membuat komposisi dan aransemen musik bersama band dan solo album. Selepas mengenyam pendidikan musik, terjun menjadi musisi professional dengan mengikuti berbagai kegiatan profesi sebagai musisi, yaitu membuat banyak karya musik dalam album solo nya. Baca selengkapnya ya di Majalah Audiopro edisi 12 2017 atau download Majalah Audiopro di aplikasi SCOOP (Android/iOS) dan TB Gramedia Indonesia.

Related Posts