• Sabtu , 20 Januari 2018

ENO GITARA RYANTO NTRL TAK HENTI MENGEMBANGKAN SOUND DRUM

BAND NTRL RASANYA TIDAK PERNAH HABIS DIBICARAKAN MENGINGAT KEUNGGULAN MEREKA BERKARYA MERAMU SETIAP ALBUM—BAIK YANG BERGENRE PUNK ROCK MAUPUN ALTERNATIVE ROCK—YANG SELALU MENYITA PERHATIAN PENGGEMARNYA.

 

Sampai saat ini, penggemar NTRL tetap setia mengikuti kegiatan band yang sudah dirintis sejak 1991 itu. Bahkan, penggemarnya pun sudah mencapai dua generasi. NTRL tetap meluncurkan album yang merupakan buah kreativitas mereka yang seakan tak pernah kehabisan ide. Ditambah lagi, di era digital ini, NTRL tetap diminati para penggemar setianya melalui media sosial yang terus meng-update karya mereka dalam bentuk video maupun audio.

Kali ini, kami bertandang ke sekolah drum miliki Eno Gitara Ryanto, salah satu personel NTRL yang boleh disebut sebagai ikon drumer beraliran punk rock. Eno Gitara Riyanto yang dikenal dengan sebutan Eno NTRL merupakan drummer grup NTRL yang personelnya hanya tiga orang. Jadi, sebagai penabuh drum, Eno menjadi penjaga beat sekaligus menjadi rhythm session menggunakan Yamaha Live Custom yang digunakannya sejak 2017. Ketika Choki sedang bermian lead guitar, Eno memperkuat pola ritme sehingga membuat aransemen musik punk rock NTRL selalu penuh dan padat. Perpaduan ritme gitar dan drumming memperkuat karakter NTRL yang energik, padat, bahkan menarik secara visual kalau dari penampilan seluruh personil.

 

Ketika dijumpai Tim Apro, Eno menjelaskan konsep perekaman drum di setiap album NTRL yang selalu berinovasi melakukan perubahaan sound drum sesuai kebutuhan aransemen. Pada penghujung 2017 ini, ia sedang menyiapkan album terbaru band yang sudah berkarier selama 25 tahun itu. Oleh karena itu, Eno dan personellainnya ingin mengemas aransemen seperti album-album yang dibuat pada awal karier NTRL. Contekannya, ada 20 lagu lama dan 5 lagu baru yang digarap dalam album yang rencananya akan diluncurkan pada 2018 ini. “Kita ngumpulin materi sebanyak 25 lagu, 20 lagu lama dan 5 lagu baru sesuai dengan konsep 25 tahun karier Netral hingga NTRL meskipun masih wacana tetapi sudah masuk studio rekaman (beberapa lagu yang sudah direkam). Dua puluh lagu lama kami buat konsep aransemen dan sound baru,” ujar Eno yang sudah melakukan rekaman album di Shoemaker Studio di Jakarta.

YAMAHA LIVE CUSTOM

Dalam penggarapan album yang sedang dijalaninya bersama NTRL 25 tahun, Eno menggunakan Yamaha Live Custom. “Untuk album baru yang lagi gue buat, gue pakai Yamaha Live Custom. Gue pakai seri Live Custom sesuai apa yang gue mau. Awalnya, gue dikasih kesempatan untuk memakai Yamaha terlebih dahulu (sebelum di- endorse). Kebetulan pas gue coba, (Live Custom, red.) cukup nyaman. Menurut gue untuk sound cukup bagus dan easy tuning,” jelasnya.

REKAMAN

Dalam proses rekaman, Eno membutuhkan dua belas hingga delapan belas track jika ada eksplorasi. “Pada saat rekaman, gue sempat melakukan eksplorasi rekam drum. Gue kemarin lagi pengin mendapatkan sesuatu yang baru dan detail. Biasanya simbal menggunakan mikrofon overhead (dua mikrofon). Cuma gue nambahin lagi masing-masing simbal di-miking menggunakan tambahan mikrofon kondenser, di luar mikrofon overhead,” terang Eno. Tujuan miking seluruh simbal (individu) adalah agar mendapat detail sound per track yang diinginkan. Pukulan flat stick dan top stick akan lebih detail terdengar dibandingkan hanya menggunakan mikrofon overhead. Cenderung terlihat boros mikrofon, memang, tetapi Eno berhasil mendapatkan detail suara simbal yang presisi.

Ketika dalam proses mixing drum, ia dapat menaikkan track ride, crash, atau flat stick secara individu untuk mendapatkan detail suara simbal tanpa perlu menaikkan track overhead. Hasilnya, mixing drum dapat dilakukan optimal dan suara drum secara keseluruhan tetap bersih. Dalam rekaman album yang terbaru, setidaknya butuh hingga sepuluh buah mikrofon tambahan. Setiap simbal ditodong mikrofon yang terdiri atas dua buah mikrofon untuk crash, dua untuk ride, splash, chinese cymbal, efek, dan dua mikrofon lagi untuk hi-hat (top-bottom).

Eno pun gemar mengeksplorasi penanganan track snare drum yang membutuhkan tiga mikrofon (2 mikrofon dinamis dan 1 mikrofon kondenser) yang berarti sound snare membutuhkan 3 track. Eno merekatkan mikrofon dinamis dan kondenser jadi satu menggunakan lakban dan ditempatkan di top snare. Kemudian, satu buah mikrofon dinamis lagi digunakan untuk bottom snare. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan frekuensi tinggi yang lebih solid dan attack yang kuat khusus untuk lagu-lagu bertempo cepat yang sangat ketat permainan snare drum-nya.

Download Majalah Audiopro edisi terbaru di aplikasi SCOOP (Android/ iOS) atau di TB Gramedia Indonesia untuk baca selengkapnya ya.

Related Posts