• Senin , 23 Juli 2018

AKSI RECORDING ENDANK SOEKAMTI DI ATAS PERAHU

Band Punk asal Jogja, Endang Soekamti kembali memberikan kejutan, saat menggarap album studio mereka ke 8. Bagaimana tidak, band ini merekam hampir seluruh materi lagu, di atas sebuah perahu yang berlayar di wilayah Papua. Tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi band yang tetap menjual album mereka dalam bentuk fisik ini. Hal ini melanjutkan pengalaman mereka saat mengarab album sebelumnya, dengan mengusung studio di pulau terpemcil di Lombok. Kejutan lainnya, Endang Soekamti sekarang hadir dengan formasi baru. Kali ini formasi mereka Erix (bass / vokal), Dori (gitar) dan Toni (drum) yang menggantikan Ari yang mundur dari band ini. Justru Toni adalah pengebuk drum dari formasi awal band ini.

Dengan formasi baru inilah, mereka melakukan proses recording yang tidak biasa dan ‘mahal’, dengan membawa seluruh perangkat studio di atas perahu, dan sekaligus melakukan recording di sana, selama 30 hari, berlayar mengelilingi Papua. Menurut Erix banyak ide spontan yang muncul dan mengilhami mereka dalam membuat lagu. “Kekayaan alam Indonesia, banyak mengilhami kita dalam membuat lagu-lagu di album ini. Ada saja ide yang muncul dari latar belakang kekayaan alam Papua.” Ungkapnya. Tidak hanya melakukan proses recording, mereka juga melakukan pembelajaran dan pengajaran bagi anak-anak di desa-desa sekitar mereka beraktifitas.

Menurut Dori banyak hal tak terduga, yang justru menjadi ide untuk berkarya. “Misalnya saat kami kehilangan dhrone, atau saat mengisi waktu kosong dengan memancing. Justru menjadi bebeapa lagu yang mungkin tidak bias di dapat di studio.” Jelas gitaris ini, Perjalanan 30 hari di atas perahu di wilayah Papua, menghasilkan 17 lagu yang terangkum di album mereka terbaru ini. Kami memilih judul ‘Salam Indonesia’ di album ini ini untuk mengapresiasi kekayan alam Indonesia, dan juga di peruntukan bagi teman-teman yang telah berkontribusi nyata dalam berkarya” ujar Erix menjelaskan tentang album terbaru mereka.

Related Posts