• Sabtu , 16 Desember 2017

THE ANGELS PERCUSSION MENGUSUNG MUSIK ELEKTRONIK KONSEP HYBRID DRUM YAMAHA

THE ANGELS PERCUSSION MERUPAKAN DRUMER-DRUMER WANITA YANG DIAWAKI OLEH UZIE ANGGANA (UZIE) DAN OCHY RASYADA (OCHY) YANG DIBENTUK 2007 LALU.

Berawal ketika Uzie aktif dalam salah satu komunitas drum di kota Bandung, Drumacholic. Dalam komunitas ini, Uzie kerap tampil dan berbagi pengalaman di antara sesame drumer-drumer muda saat itu. Talenta dan keinginan membuat kelompok musik khusus drum tidak terbendung. Maka Uzie saat itu masih banyak menampilkan solo drum dan berkolaburasi dengan musisi lainnya membentuk The Angels Percussion asal Bandung. Pengalaman sebagai drummer terus berjalan dalam rintisan kariernya bermain di berbagai venue tampil dengan genre up-beat electronic dance music. The Angels Percussion dibentuk dengan konsep drumer dan perkusionis mampu membedakan dengan band lain pada umumnya.

The Angels Percussion memilih jalur EDM hingga kerap diundang berbagai venue di Jakarta hingga luar negeri. Tahun 2013 Uzie menggandeng drummer muda Ochy dan memantapkan The Angels Percussion menjadi duo drummer cantik dan bersinerji mengombinasikan beat drum dan perkusi,ditambah backing track (sequencing) menjadi musik yang utuh dan menarik untuk dilihat. Karier kedua musisi ini yang tergabung `dalam The Angels Percussion melesat dalam industri musik di tanah air. Berbagai undangan event seperti club, konser musik, hingga ratusan gathering perusahaan di dalam dan luar negeri sudah mereka lakoni.

Konsep drummer dan perkusionis ini juga berkolaburasi dengan banyak musisi besar, di antaranya adalah Gilang Ramadhan, Aminoto Kosin (orkestra), Nicky Manupputy, Ikmal Tobing, Gigi, Nidji, dan deretan musisi besar lainnya. Performa The Angels Percussion (TAP) senantiasa menarik perhatian, kini sedikit mengubah genre musik ke arah medium beat dan lebih banyak dinikmati oleh berbagai kalangan. “sejak tahun 2013, kami lebih banyak memainkan aransemen musik medium beat (120 -128 BPM), genre musik elektronik. Berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya TAP lebih didominasi memainkan jenis musik Trance (140 BPM),” terang Uzie.

“Saya menyiapkan konsep aransemen dibantu tim produksi The Angels Percussion direkam ke dalam DAW jauh hari sebelum perform,” jelas Uzie penggemar Safri Duo, Blue Man Group, dan Krakatau. Hasil rekaman di studio yang kemudian dijadikan sebagai backing track. “Setiap aransemen, kami selalu melibatkan instrumen musik tradisional seperti gamelan, suling sunda, atau instrumen daerah lainnya,”tambah Ochy. Dalam penggarapan mini album yang sedang disiapkan, The Angels Percussion mengombinasikan antara musik elektronik dengan instrumen tradisional Indonesia.

TAP memiliki tim produksi musik untuk membuat seluruh aransemen musik untuk kebutuhan live performance maupun rekaman. Kedua personil The Angels Percussion memiliki tugas berbeda, yaitu Ochy memainkan beat (pattern) drum dan Uzie lebih mendominasi permainan perkusi bongo, timbalis, dan tom. Pengisian drum dan perkusi yang dimainkan oleh kedua musisi ini saling melengkapi dan membuat aransemen utuh dikombinasikan dengan musik sequencing (backing track). Tentu saja, setiap perform syarat dengan tempo ketat dan sinkron dengan backing track. Mereka keduanya tidak menggunakan metronom. Info lanjut mengenai, Monitor, Yamaha, Setup Drum “Uzie” dan Setup Drum “Ochy”. Baca selengkapnya ya di Majalah Audiopro edisi 11 2017 atau download Majalah Audiopro di media SCOOP.

Related Posts