• Sabtu , 16 Desember 2017

EKKI SOEKARNO MENJAGA TAHTA PERKUSI TRADISIONAL

LAMA TAK TERDENGAR KABARNYA, MUSISI SEKALIGUS DRUMMER TERKENAL DI ERA-90AN , EKKI SOEKARNO MUNCUL KEMBALI KE RANAH SENI TANAH AIR DENGAN MENGIBARKAN BENDERA IDP.

 

IDP  merupakan kependekan dari Indonesia drummer & Perkusionis, sebuah perkumpulan Drummer, Perkusionis, Musisi, Seniman, Masyarakat Pecinta Musik serta Masyarakat luas yang peduli akan pelestarian, pendokumentasian, pengembangan dan pengenalan alat musik Indonesia yang merupakan aset negara Kesatuan Republik Indonesia. Berbagai latar belakang telah menjadi tunas gagasan Ekki Soekarno yang menurutnya sudah terfikirkan sejak tahun 1994/1995-an. Namun baru bisa terealisasi 3 tahun yang lalu, yakni pada tahun 2014, “Banyak faktor yang membuat gagasan ini lama terealisasi” ujar Ekki saat di temui di Gedung RRI, Jakarta beberapa waktu yang lalu. Salah satunya adalah dukungan dari pemerintah (pihak terkait) yang sulit ditembus “ Baru di era ini dukungan tersebut muncul..”tambahnya.

Melalui organisasi ini, Ekki menjabarkan visinya untuk melakukan apresiasi kesenian drum dan perkusi modern/tradisional  melalui peran serta generasi muda yang berkarakter  sehat, cerdas, kreatif, santun solid dan ramah lingkungan. Dengan cara melakukan misi-misi  yang telah dicanangkan di awal pembentukan IDP, semisal: Tabungan& Kesehatan, Klinik EdukasiDrum & Perkusi, Bakti Sosial , Galeri Drum & Perkusi Indonesia , Indonesia Drum & Perkusi Festival serta perlindungan karya. IDP sendiri saat ini sudah memiliki 1837 anggota yang  berasal dari 29 perwakilan. Dan, diakui Ekki perlahan apa yang digagasnya mulai terlihat nyata.

IDPFEST

IDPFEST, salah satu visi IDP yang saat ini telah memasuki tahun ke -3. Gelaran tahunan ini merupakan  festival yang meliputi  kompetisi drum & perkusi, edukasi, pameran dan bazar dari kota ke kota untuk menyentuh musisi dan seniman lokal hingga ke pelosok.

“Totalnya sudah sekitar 9 kota termasuk Jakarta pada tahun 2016 yang diselenggarakan di Bentara Budaya”  cerita Ekki. Kota-kota tersebut meliputi: Aceh, Jakarta, Padang, Bengkulu, Bandung, Tasikmalaya , Banjarmasin, Nunukan dan Samarinda, “ Sudah didepan mata ada Sulut, Medan dan Bali..” tambah Ekki. Khusus untuk festival drum,  ada kompetisi drum anak, kompetisi drum remaja, kompetisi drum dewasa dan kompetisi kombinasi drum & perkusi. Kembali ke soal penggabungan drum dan perkusi, Ekki sering menekankan terutama ke kalangan drummer muda bahwa drum itu adalah bagian dari alat perkusi, “ Orang sering melupakan itu…” tandas Ekki. Perlahan dan melalui IDP Ekki ingin orang paham tentang hal tersebut, “ Jadi jangan sombong bisa main drum tapi tak bisa main perkusi tradional..” ujar Ekki lagi.

Info lanjut mengenai Perkusi Tradisional. Baca selengkapnya ya di Majalah Audiopro edisi 09/Thn. XVI/2017 atau di Scoop Majalah Audiopro.

 

Related Posts