• Senin , 25 Juni 2018

ANTARA MIXING DAN MASTERING

MEREKAM SEBUAH LAGU ITU TAK UBAHNYA SEPERTI MELUKIS.. SEORANG PELUKIS ATAU SENIMAN AKAN MEMULAI DENGAN SEBUAH WARNA DASAR, MENGGAMBAR BENTUK DALAM ANEKA NADA, LALU MENAMBAHKAN DETIL DETIL. HAL YANG SAMA TERJADI DENGAN BILA KITA MELAKUKAN PEREKAMAN MUSIK. LAPISAN PALING MENDASARNYA ADALAH SEPERTI BAGAIMANA MENGESET TEMPO DARI LAGU. SETELAH TEMPO DIDAPATKAN DI SEPANJANG TRACK RHYTHM, LALU SEKUENSI DRUM SEBELUM KEMUDIAN KE GUIDE GITAR, BASS, LALU VOKAL. HAL HAL DIATAS MERUPAKAN SALAH SATU CONTOH YANG DIKERJAKAN DALAM PROSES MIXING DAN MASTERING. MARI KITA MENINJAU DUA TAHAPAN ATAU LANGKAH TERSEBUT

 

Sebuah album rekaman lahir di sebuah rumah bernama studio rekaman.Studio rekaman adalah sebuah tempat berfasilitas khusus untuk melakukan perekaman suara, melakukan mixing dan produksi audio yang dihasilkan dari sebuah penampilan musik dan atau vokal, dan lain lain. Ukuran studio rekaman bervariasi. Ada yang berukuran kecil yang biasanya di rumah (home studio), ada juga yang besar yang bahkan dapat merekam penampilan musik dengan banyak musisi. Misalnya merekam pertunjukan orkestra dengan puluhan musisi. Bila kita perhatikan, ada empat pihak atau orang, yang berperanan dalam sebuah kegiatan pembuatan sebuah album musik baru. Mereka itu adalah musisi, produser, engineer, mixer dan premaster (sebut saja dengan istilah Masterer).

Dalam sebuah proyek rekaman, sang produser berperanan dalam menerapkan standar serta visi dari rekaman. Dialah pada akhirnya yang menilai apakah track rekaman telah direkam dengan baik dan melihat apakah musisi atau vokalis telah melakukan tugasnya dengan baik. Sang engineer berperan dalam menyediakan perangkat dan sistem di studionya, dimana teknologinya bisa merealisasikan apa yang menjadi tujuan perekaman. Misalnya memakai mikrofon yang tepat, juga pemilihan setting tertentu khususnya saat nantinya hasil rekaman dilempar ke media rekaman tertentu, baik pita maupun piringan (disc).

Di proses mixing, seorang mixer akan mengambil track-track yang telah terekam dan membantu sang produser merealisasikan visi dari album yang diinginkan dengan cara mengkombinasikan track per track yang ada dengan baik. Sementara itu sang masterer akan melakukan sentuhan akhir dari produk rekaman ini. misalnya dengan mengeset level, dan membuat semua suara yang ada di rekaman menjadi satu kesatuan yang indah saat didengarkan di rekaman nantinya.

MIXING DAN MASTERING

Ada yang mengatakan bahwa mixing dan mastering pada intinya meracik sebuah album dengan menggunakan perangkat khusus untuk mentweaking suara dari rekaman, sebelum rekaman itu siap dirilis. Apa perbedaan keduanya, dan bagaimana peran mereka dalam sebuah mata rantai produksi rekaman musik?

Semua lagu terekam dalam beberapa track terpisah, seringnya multiple track per instrumen. Disini seorang mixer akan berperan merealisasikan menentukan suara track masing masing (secara individual). Dia menggunakan sebuah analogi spatial untuk memisahkan suara sehingga pendengar bisa mendengar masing masing track individual tadi. Dia akan memperhatikan :

  • Panning
    Disini dia melakukan kontrol untuk mengontrol dimensi kiri atau kanan dari suara track. Dalam musik pop biasanya instrumen kick drum, bass dan lead vocal merupakan track yang di-pan di tengah. Yang lainnya di-pan kan ke kiri atau ke kanan, sedikit banyak untuk mengisi medan suara (sound field).
  • Kontrol frekuensi dan EQ
    Dia mengontrol dimensi naik turunnya suara di ruang. Memainkan pitch, untuk menaik turunkan suara. Setiap track mengandung sekelumit bidang frekuensi harmonik, yang telah direkam pada level level berbeda. Apa yang dilakukannya pada tahap ini, nantinya akan menentukan bagaimana timbre (warna suara) yang terdengar dari track. Yang namanya EQ (Ekualisasi) disini hanya untuk mengedepankan apa yang menjadi prioritasnya di aneka frekuensi berbeda. Yang perlu diperhatikan, tidak semua track itu mementingkan kesamaan band frekuensi, agar nantinya mereka yang mendengar rekaman ini akan mampu membedakan satu elemen atau instrumen dengan yang lainnya.
  • Kontrol level dan reverberasi dari dimensi dekat-jauhnya suara di ruangan.
    Jika sang produser ingin agar vokal suaranya tepat didepan sang pendengar nantinya (agar kesan live-nya terasa), maka track track di album ini bisa jadi akan di-mix pada sebuah level tinggi tertentu, dengan reverb yang sangat kecil, dimana suara yang menjangkau telinga nantinya tidak dipengaruhi ruangan sekitarnya. Umumnya, lead vocal, lead gitar dan snare drum yang di mix pada sisi depan, nantinya akan –keras dan relatif kering.

MASTERING

Akhirnya sampailah kerja perekaman itu pada proses mastering. Apa bedanya dengan mixing? Bila kita perhatikan proses seperti digambarkan di atas, mixing itu selalu dilakukan sebelum proses mastering. Setelah anda merekam lagu anda, seorang mixing engineer akan mendengarkan rekaman dari setiap instrumen secara terpisah, menyetel volume dari masing masing instrumen sehingga nantinya keseluruhan antar lagu akan saling sesuai, sambil menambahkan efek efek berbeda, seperti reverb atau delay, ke setiap track untuk mixing keseluruhan. Akhirnya, dia akan menyatukan setiap isi rekaman ini bersama sama menjadi satu kesatuan format misalnya menjadi sebuah file AIFF atau WAV.

Bagaimana dengan mastering? Proses mastering ini terjadi setelah selesainya mixing, dan ada yang mengatakan bahwa mastering itu sebenarnya adalah pekerjaan yang perlu dilakukan demi kian menyempurnakan mix, atau melengkapi mix. Berkat proses mastering inilah sebuah album rekaman nantinya akan terasakan menjadi lebih padat(punya bodi), balance, dan suaranya terkesan indah, mewah, professional atau apalah kata lainnya yang berarti lebih bagus dan lebih sempurna, dan membuat album yang dihasilkan nantinya siap bersaing di pasaran.

Info lanjut mengenai beberapa kesalahan dalam menyiapkan mixing untuk Mastering yaitu Kesalahan Dalam Mastering. Baca selengkapnya ya di Majalah Audiopro edisi 09/Thn. XVI/2017 atau di Scoop Majalah Audiopro.

 

Related Posts