• Sabtu , 16 Desember 2017

ADRIAN ADIOETOMO NAFAS PANJANG MUSIK BLUES

DI INDONESIA, MUSISI BLUES DAPAT DIKATAKAN MASIH SEDIKIT. PENIKMAT MUSIK BLUESPUN MENJADI MINORITAS KARENA GENRE TERSEBUT TERKESAN MEMILIKI IDEALISME BERMUSIK YANG SANGAT TINGGI. MESKI KEADAANNYA DEMIKIAN, MASIH ADA MUSISI BLUES YANG TETAP SURVIVE DAN TETAP BERKARYA, BAHKAN BISA DI BILANG MENGINSPIRASI UNTUK BERMUSIK

Di tengah fenomena dunia blues yang unik tersebut, tidak mengurungkan niat langkah Adrian Adioetomo, salah satu musisi blues untuk tetap berjuang di genre itu. Semua di buktikan dengan kehadiran dua album Delta Indonesia, Karat & Arang [double-album] dan EP album Apaan. Berasal dari keluarga penikmat musik yang sering mendengarkan lagu-lagu Abba, Richard Clayderman, The Manhattan Transfer dan Kool & The Gang sejak kecil sedikit mengintervensi passion yang sama pada dirinya. “ Tadinya sempat tertarik main keyboard, tapi begitu lihat ada tetangga yang main gitar. Kok terlihat keren. Dulu ga ada pikiran main musik untuk berkarya, cuma ingin terlihat keren aja bawa gitar kemana-mana dan main gitar di depan cewe.“ Tawa pria yang biasa di sapa Adrian ini.

Ia sendiri banyak eksplorasi berbagai genre musik sebelum berlabuh di musik blues. Sewaktu SLTP sempat membentuk band dengan teman sekitar rumahnya memainkan rock, metal, dan punk. Berlanjut di SMU, Adrian membentuk band metal dengan teman-temannya. Behkan sempat berkeinginan menjadi gitaris shredder seperti Yngwie Malmsteen. Namun baru dua tahun sekolah, Ia harus hijrah ke Australia mengikuti Ibunya yang akan menempuh studi S3 di Australian National University, Canberra. Tinggal di negeri orang dengan lingkungan baru ternyata berperan dalam pengembangan wawasan musik Adrian. Walaupun sempat bermain band, karena mayoritas lingkungan di sana memainkan musik metal. Iapun bosan dan memutuskan sementara untuk tidak bermain musik.

“ Waktu kuliah di Australia, sempat coba dengar lagu-lagu dari Muddy Waters. Nah dari situ, oh ternyata musik yang kena di Saya ya blues lama gini. Kemudian mencari musik tahun segitu ada apa lagi ya, ternyata ada Robert Johnson, Charley Patton, Son House dan Skip James. “ ujar Adrian saat bertemu Audiopro. Jenis musik seperti di atas merupakan salah satu style paling awal dari blues. Di sebut juga dengan delta blues karena memang lahir dari Mississipi Delta. Kebanyakan instrument yang di pakai adalah gitar dan harmonica dengan karakteristik vokal yang beragam dari introspektif, soulful, dan passionate. Saat terekam pertama kali sekitar akhir 1920an, kebanyakan musisi delta blues membuat aransemen lagunya terdiri dari penyanyi yang bermain gitar namun dengan tuning yang agak sedikit berbeda.

BLUES DAN RESONATOR GITAR

“ Jadi Saya pernah dengar bahwa gitar itu tidak harus di tune standard. Seperti Johnny Winter main slide, kok bisa, gimana caranya sekali strumming jadi bunyi chord. Akhirnya kutak-katik dan eksperimen sendiri, setelah berbulan-bulan baru tahu kalau itu adalah Alternated Tuned. Karena Jaman itu tidak ada internet, sulit sekali informasi, hanya dari majalah ataupun nanya teman.“ Lanjut pria yang memperlajari gitar secara otodidak ini.

“ Blues itu gue banget, bahkan jaman gue main metal udah mulai tertarik dengan nada-nada yang nge-blues gitu. Sering ngerasa kalau orang main blues, kok mereka main nada itu enak banget ya, kaya feels like home, rasanya nyamanlah kaya rumah gue ada di situ.” Tegasnya.

Info lanjut mengenai Ungkapan Sikap Lewat Blues di EP Album “Apaan” dan Skema Audio Live, Album Discography. Baca selengkapnya di Majalah Audiopro edisi 09/Thn. XVI/2017 atau di Scoop Majalah Audiopro.

Related Posts