• Minggu , 21 Oktober 2018

KOMUNITAS GITARIS TEMAN SEMUA

ARIEF S PRAMONO – LANTUNAN MUSIK DARI TIMUR

Berawal dari gitar tua Ayahnya, Ia mulai belajar secara otodidak. Gitaris yang mempunyai karakter vokal mendayu ini coba menaklukkan Jakarta melalui alunan khas musik pop balada. Adalah Arief. S. Pramono, seorang solois yang juga bermain gitar asal pare-pare yang datang dengan konsep musik story tellernya. Tidak selalu tentang cinta, Ia juga bercerita tentang budaya dengan tema etnik yang kental dipadu permainan bernuansa etnis. Itu merupakan salah satu cara Arief menyampaikan budaya Sulawesi melalui musik. “ Alasan Saya ke Jakarta salah satunya adalah kejenuhan di pare-pare.

Di sini begini-begini aja tidak ada perubahan musik yang signifikan, butuh pandangan dari luar. Ketika ada kesempatan Saya tidak berfikir dua kali, karena di sini banyak sekali jenis musik, itu bisa menambah pengalaman Saya ”. Tutur Arief saat berkunjung ke redaksi Audiopro. Saat sudah tidak bermain band dan memutuskan untuk jalan sendiri, Arief memulai perjalanannya ketika di undang komunitas Rumah Balada Indonesia di Makasar. Baca selengkapnya ya di Majalah Audiopro edisi 09/Thn. XVI/2017 atau di Scoop Majalah Audiopro.

DUA EMPAT – JATUH CINTA KE JAZZ

Melalui balutan musik jazz yang cenderung romantis di rangkai ke dalam notasi gitar, Alvin Ghazalie dan Misi Lesar coba menggabungkan permainan gitar mereka pada Dua Empat.

“ Lead bandnya tetap Kita berdua untuk aransamen di album, tapi saat live di kemas berbeda dan lebih fleksibe. Bisa format kuartet atau quintet dengan brass section dan string. Tapi sebenarnya lagu dan bunyinya itu tetap gitar kita berdua.“ Ujar Misi yang terinfluene oleh Wes Montgomery. Layaknya musik tradisional swing yang banyak menggunakan sound clean. Gitar Gibson ES-175 Alvin serta gitar Sjuman Instrument yang di gunakan Misi mampu mengcover kebutuhan bermusik mereka. Di tambah dengan sesion vokal, mereka lalu mengemasnya menjadi sebuah fullband pada Dua Empat. Di awal tahun 2017 ini, Dua Empat merilis album yang diberi judul “Two of A Kind” .Mereka menggambarkan album tersebut sebagai A love story told with melodies yang menyiratkan makna setiap lagu seperti cerita yang dilengkapi dengan soundtrack. Baca selengkapnya ya di Majalah Audiopro edisi 09/Thn. XVI/2017 atua di Scoop Majalah Audiopro.

GINA – MEMILIH JALUR BLUES

Tidak semua wanita menyukai genre musik blues, apalagi Ia bermain gitar sambil menyanyikan notasi blues yang dalam dan membutuhkan penghayatan. Gina yang sudah bermain gitar sejak umur 5 tahun ini memilih untuk mendalami genre blues.

“ Dulu awalnya pada 2010 lihat Gugun Blues Shelter manggung dan bermain lagu blues. Dari situlah Saya mulai menyukai blues. Senang karena soulnya lebih easy listening. Setelah itu Saya belajar dengan Mas gugun dari chord-chord sampai scale bues. “ Ujar Gina. Walaupun masih belajar di genre blues, Gina mengaku lebih cenderung memahami saat belajar dengan langsung melihat perform seseorang ataupun band. Walau awalnya terasa sulit, Ia tidak menyerah dan tetap ingin bermain gitar. Karena menurutnya gitar itu simple, sederhana dan mudah di bawa kemana saja. Baca selengkapnya ya di Majalah Audiopro edisi 09/Thn. XVI/2017 atua di Scoop Majalah Audiopro.

Related Posts