• Kamis , 19 Oktober 2017

ANDRE DINUTH BERKARYA DARI RUMAH

PROFESI SEORANG MUSISI DEWASA INI KIAN PROSPEKTIF. DAHULU, KARIER SEBAGAI MUSISI PROFESIONAL KURANG DIMINATI OLEH GENERASI MUDA

 

Kini mitos “menjadi musisi tidak menjanjikan masa depan” terbantahkan dengan fakta dan realitas yang sudah dibuktikan oleh kesuksesan musisi-musisi muda di Indonesia. Asalkan ditekuni dengan serius, sabar, dan menjaga atitud dalam berkreasi secara mandiri maupun bekerja sama dengan pihak lain. Kini, dengan perkembangan teknologi audio dan instrument musik kian memudahkan kaum muda yang membuat mereka bisa melakukan hal positif dengan berkreatifitas melalui musik. Terlebih, berkembangnya sekolah musik formal mengantarkan generasi musisi muda dibekali teori musik yang baik.

Salah seorang musisi muda berbakat, Andri Dinuth, lulus kuliah musik jurusan gitar klasik kini memantapkan karier sebagai session player dam kerap bekerja sama dengan para musisi senior lainnya. Dinuth memiliki bekal dan strategi bermain musik hingga bisa menjalin kerja sama dengan pihak manapun dengan baik. Faktor utama adalah atitude yang dibangun olehnya membuat orang lain merasa nyaman bekerja sama dengan dirinya. Selain itu, musisi sejati dibekali wawasan musik yang luas dari pendidikan musik formal. Mencapai kariernya menjadi session player profesional melalui proses panjang. Bekal pendidikan musik formal, lulusan UPH jurusan gitar klasik mengantarkan ia mendapat tawaran berkolaburasi dengan musisi-musisi senior.

Karier professional, sejak tahun 2003, Dinuth terlibat dalam beragam even musik dari venue kecil hingga besar bersama musisi senior. Lulusan sekolah musik yang menguasai not balok yang fasih memuluskan dirinya dalam karier musik. Awal kariernya, Dinuth bergabung dengan sejumlah musisi genre Fusion Jazz dan pop bersama Glenn dan Barry Likumahuwa. Karier yang penuh tantangan ini terus berlanjut dari tahun ke tahun, kian menambah jam terbang musisi ini bekerja sama dengan musisi besar lainnya sebagai session player, diantaranya Addie MS, Andi Rianto, Yovie Widianto, Titi DJ, Tohpati, hingga Agnes Mo.

Andri Dinuth yang ditemui tim Apro di rumah tinggalnya wilayah Cipinang Elok, Jakarta Timur, membuktikan profesi musisi sudah tak bisa dipandang sebelah mata. Menjadi catatan, Dinuth dapat menginspirasikan kepada kepada musisi muda, menjadi seorang musisi sukses mampu membangun atitud positif, fokus, juga update teknologi dan wawasan musik yang luas. Strategi inilah yang berhasil dijalankan Dinuth yang berprofesi sebagai musisi sukses selain didukung bekal ilmu musik yang baik.

 

Beberapa tips dipaparkan Dinuth dalam melaksanakan proyek rekaman dengan nama besar lainnya seperti Yovie Widianto, Erwin Gutawa, Tohpati, dan Adie MS. “Jadi seorang musisi harus siap dalam segala cuaca. Maksudnya, kita harus memiliki wawasan luas dan harus siap sesuai (kebutuhan produser) sebagai studio session. Jika diminta produser (pengisian gitar) jangan bilang enggak. Kalau menurutku untuk menjadi pemain studio session, ya bisa membaca (not balok) adalah nomor satu,” papar Dinuth. Terlebih lagi, ketika pertama kali ia bekerja sama dengan Erwin Gutawa, Magenta Orkestra dan almarhum Elfa Secoria (saat itu). Mau tidak mau, gitaris ini berlatih kembali membaca not balok. Hal ini adalah syarat mutlak yang harus dibekali jika seseorang ingin menjadi musisi professional pesan Dinuth. Dengan begitu, seorang musisi lebih mudah diterima dalam sebuah atau beberapa kelompok musik tertentu, seperti komunitas musik orchestra misalnya.

KERJA DI STUDIO

Pekerjaan di dalam Studio, tak lepas sebagai recording session bertanggung jawab pengisian gitar dalam pengerjaan rekaman bersama para produser asal dalam dan luar negeri. Dinuth banyak mengerjakan di studio pribadi dengan sistem DAW yang simple namun memenuhi kualitas audio standar industry. Salah catu contoh, dalam tracking gitar yang dikerjakan di dalam studio pribadi dengan seorang produser yang berada di Malaysia.

Dinuth briefing soal aransemen, pengisian dan penetapan sound sebelum rekaman dengan produser dibantu komunikasi video call untuk berdiskusi dengan hal terkait aransemen musik dengan pihak produser. Pekerjaan kian efisien dan tetap efektif dibantu teknologi informasi yang kian berkembang. Beberapa peroyek rekaman yang dikirim melalui jaringan internet dengan format multi track Wav tanpa track vokal. Tugas session player mengisi rhythm maupun fill in gitar yang pas mekipun tanpa track (guide) vokal. Tidak saja pengisian gitar yang direkam di studio pribadinya. Ia juga banyak bereksplorasi meracik sound dari hardware (amplifikasi) maupun software sesuai keperluan aransemen musik. Info lanjut mengenai Studio, Live dan Skema Rekaman. Baca selengkapnya ya dimajalah Audiopro edisi 09/Thn. XVI/2017 atau di Scoop/Majalah Audiopro.

 

Related Posts