• Kamis , 19 Oktober 2017

UWIEK NEVERLONE PERTAJAM HEARING & FEELING

MASIH TAK PERCAYA, BAHWA IA TELAH MENJADI VOKALIS SEBUAH BAND. UWIEK TETAP MEMASANGKAN ANGANNYA SETINGGI LANGIT UNTUK MENJADI SEPERTI IDOLANYA, AGNES MONICA. BERBAGAI CARA DILAKUKANNYA UNTUK PENGEMBANGAN DIRINYA SEBAGAI ORANG YANG LAYAK ‘BERNYANYI DAN BERPERFORMA SECARA PROFESIONAL.

 

Menjajaki dunia musik, bersamaan dengan terlibatnya gadis berusia 26 tahun ini, dengan bandnya Neverlone. Bukan sebagai personil band, melainkan sebagai manajer band. Memang bukan cara yang umum, namun ternyata disitulah pintu karir kemusisiannya terbuka. Bersamaan dengan bergabungnya Uwiek ke dalam Neverelone, ternyata disaat yang sama band yang sebelumnya bernama Nevermind itu sedang merubah konsep bermusik, yang sebelumnya beraliran pop menjadi ke new rap core, “Contoh-contoh musiknya seperti Saint Locco gitu…” detail Uwiek saat disambangi sebuah resto  di Jakarta Selatan.

Neverlone berubah, demikian pula Uwiek yang menjadi satu dari dua vokalis  band yang terbentuk sejak tahun 2010 ini, “ Sejak itu saya mulai mengasah kemampuan bervokal termasuk kes privat khusus vokal….” cerita Uwiek. Bersama bandnya ia telah merilis 7 singel, satu yang paling terkenal adalah lagu ‘Teman atau Lawan’. Saat ini Nevermind juga  sedang mempersiapkan album perdananya yang bertitel “Up…real” yang rencananya akan dilansir sebulan kedepan.

VOKALIS MESTI HAFAL LIRIK

Masih membekas di ingatannya, konser pertamanya dengan Neverlone menyisakan banyak pekerjaan rumah yang dirasakannya harus diselesaikannya dalam waktu singkat. Tampil di suatu event Pilkada di bilangan Kemayoran Jakarta, Uwiek langsung dihadapkan dengan penonton yang tidak bisa dibilang sedikit, ia langsung tidak pede dengan kondisi seperti itu, Beruntung saat itu ia ditemani orang tua dan sanak saudara yang mendukungnya secara emosional.

Sehingga bebanpun berkurang hingga usai pentaspun berjalan lancar. Satu yang paling jadi perhatian Uwiek kala  itu adalah ketika ia harus banyak kehilangan lirik. Hal ini memacunya untuk lebih intens lagi menghafal lirik lagu, “ Aku pernah dengar, kalau seorang vokalis itu tak boleh lupa lirik…” katanya. Satu pelajaran yang sedikit demi sedikit dilatihnya agar tak mengulangi kesalahan serupa. Baca selengkapnya di Majalah Audiopro edisi 08/Thn. XVI/2017.

 

Related Posts