• Sabtu , 16 Desember 2017

PRAMBANAN JAZZ FESTIVAL 2017 BONDOWOSOPUN URUNG MURKA

INGAT LEGENDA RORO JONGGRANG YANG ENGGAN KAWIN DENGAN RADEN BANDUNG BONDOWOSO DENGAN CARA MELAKUKAN MANIPULASI WAKTU? SEHARUSNYA BELUMLAH FAJAR, DIBANGUNKANNYA AYAM UNTUK BERKOKOK DENGAN MENYURUH WANITA-WANITA DESA MEMUKUL ALU BERKALI-KALI HINGGA DISANGKA HARI MENJELANG PAGI DAN GAGALLAH SYARAT MENERIMA PINANGAN BONDOWOSO UNTUK DIBUATLKAN SERIBU CANDI. DI PELATARAN CANDI-CANDI INILAH SEBUAH JAZZ FESTIVAL BARU SELESAI DIGELAR.

 

Sesuai lokasinya Prambanan Jazz Festival yang berlangsung dari tanggal 18 hingga 20 Agustus 2017 berlatar belakang tempat dengan cerita hikayat. Tak salah jika Rajawali Production mengemas event tahunan ketiga ini dengan tagline art, music and culture. Dua panggung diposisikan membelakangi candi Prambanan sehingga menghasilkan landscape yang menawan, terutama saat matahari beranjak tenggelam dibelakang susunan batu nan kokoh atau saat kilauan lampu sorot mengenai badan candi di waktu malam menjadi pemandangan yang luar biasa mahal dalam menikmati musik-musik dengan musisi berkelas lokal dan internasional.

90-an

Hari pertama panggung festival mengusung konsep 90-an. Lagu-lagu yang ngetop di tahun tersebut dinyanyikan oleh musisinya, sebut saja Lingua, Base Jam, Ada Band, Emerald, Ipang, /rif , the Groove, Ada band, Andre Hehanusa, Shaggy Dog, T-Five dan Katon Bagaskara.

Sementara konsep serupa berlaku pada panggung utama (special performance) menampilkan Shakatak dan mantan personil Westlife, Shane Fillan. Shakatak yang sudah 5 kali tampil di Indonesia ini tetap  menunjukan  kepiawaiannya dalam berimprovisasi. Lagu-lagu  yang dimainkan sering dalam tempo cepat. Power drum dan alat pukul lain yang dominan, secara bawah sadar membuat penontonnya bergoyang. Mereka sama sekali tak terihat renta….

Penampilan ciamic lainnya juga terjadi pada Shane Fillan. Vokalis awet muda ini dengan merdunya mendendangkan lagu-lagu hits Westlife, seolah mengajak penonton ke masa lalu mengenang ketampanan 5 anggota boyband yang pernah ngetop gila tak terkendali ini. Up Town Girl, My Love, Flying Without Wings sebagian  lagu  menjadi ajang pembuktian Shine kalau dia masih layak dijadikan idola remaja milenial sekarang, tak hanya yang tumbuh pada tahun 90-an.

Info lanjut mengenai Sarah Brightman Live Orchestradan KLAYANG ALL OUT. Baca selengkapnya ya di Majalah Audiopro edisi 08/Thn. XVI/2017

Related Posts