• Kamis , 19 Oktober 2017

IBANEZ PRESTIGE SERIES RG2550Z

PERTAMA KALI MEMPERKENALKAN SERI RG PADA TAHUN 1987 MELALUI SERI RG550, HINGGA SAAT INI DUNIAPUN MENGAKUI, RG SERIES MERUPAKAN LINEUP GITAR IBANEZ YANG PALING POPULER. SELAMA TIGA DEKADE, DALAM HAL ESTESTIKA DAN SOUND RG SERIES TELAH MENJADI ICONIC SEBAGAI GITAR METAL DAN SHREDER.

Tak hanya varian Premiumnya, Ibanez juga mengeluarkan varian Prestige untuk seri ini. Dengan konsep yang tidak berubah dari seri sebelumnya RG2550E, Ibanez melakukan update pada seri terbarunya yaitu Ibanez Prestige Series RG2550Z seperti yang masuk review Audiopro kali ini.

DESAIN DAN KONSTRUKSI

Gitar yang di buat di negara Jepang ini memiliki konsep desain yang tidak berubah dengan cutting edge cutawaynya yang tetap terlihat modern. Material utama pada body menggunakan kayu basswood dengan curves serta shape yang ramping sesuai ciri khas dari RG series di balut warna putih dengan finishing metalic paint. Perpaduan kosmetik pickguard mirored scratch plate dan hardware chrome berwarna cosmo black membuat desain gitar ini terlihat industrial. Nampaknya Ibanez benar-benar memperhatikan setiap detail pengerjaan dan material pada gitar ini, pemilihan kayu untuk body di gabung dengan neck wizard HP berkonstruksi bolt-on dari 5-piece maple/ walnut ini akan memberikan tonality yang bright dan akan melengkapi karakter tone low dari material body yang di gunakan.

PLAYBILITY

Bentuk neck adalah faktor yang paling menentukkan playbility gitar. Ibanez Prestige Series RG2550Z memiliki neck berbentuk C modern dengan skala 25.5” yang memang di desain untuk speed shredding. Ketebalan neck 18mm pada fret pertama, dan 20 mm pada fret 12 mampu memberikan rasa nyaman genggaman tangan kiri ketika shredding di atas fretboard rosewoodnya. Kemudahan saat mentune dan setting senar yang di dukung barless top-Lok, serta penggunaan edge-zero tremolo dengan ZPS3 zero point system membuat tensi senar tetap stabil dan terasa ringan walaupun memainkan tremolo secara ekstrim. Action senar rendah juga turut membantu playbility pada gitar ini sehingga tidak memerlukan tenaga yang berlebih ketika membending senar di 24 fret jumbonya dengan ekspresif. Apalagi sebelumnya fret tersebut telah melalui proses prestige fret edge treatment untuk membuat jemari tetap presisi saat memainkan rhytem maupun lick solo.

Info lanjut mengenai, Sound, Overall dan Spesifikasi. Baca selengkapnya ya di Majalah Audiopro edisi 08/Thn. XVI/2017.

Related Posts