• Kamis , 17 Agustus 2017

DARI BALAMAUT MENAKHTAKAN KARIER HELLCURST

HELLCRUST, BAND BERALIRAN DEATH METAL ASAL JAKARTA DIPERKUAT PERSONIL KAYA PENGALAMAN, TERDIRI DARI JAPS (VOKAL), BIJE (GITAR), BAKEN (GITAR), ALAN (BASS), DAN GORUST (DRUM).

 

Bekal pengalaman setiap personil ihwal dalam industri band metal di Indonesia membuat seluruh personil kian solid memantapkan Hellcrust sebagai bahtera terakhir, band yang sudah dirintis dari tahun 2011. Tak aneh, jika Anda mendengarkan atau menonton live performing Hellcrust yang sangat dasyat dan stabil berkat pengalaman bermusik yang tercatat juga disibukkan mengerjakan proyek rekaman di luar Hellcrust. Namun, band yang sudah meluncurkan album Dosa (2015) dan Balamaut (2016) kian mantap dengan personil solid.

“Hellcrust dibentuk sejak September 2011 awalnya memang (personil) kaya proyek karena seluruh personil juga memiliki band masing-masing. Sejak album Kalamaut 2016 formasi terakhir seperti ini. Memang kebanyakan, seluruh personil mantan Siksa Kubur tetapi sebenarnya enggak kita rencanakan, “tegas Gorust didampingi personil lainnya di Threesixty Studio wilayah Pondok Bambu, Jakarta Timur, basecamp sekaligus studio rekaman Hellcrust.

BALAMAUT

Usai peluncuran Album Kalamaut, Hellcrust kian merekatkan seluruh personil dengan serta merta para penggemar yang sudah setia dengan masing-masing personil. Penggemar Hellcrust dengan sebutan “ Balamaut” terus melonjak dan mereka mengikuti jadwal konser serta kegiatan Hellcrust kesehariannya. Band ini cukup pandai dalam mengelola fanbase sehingga penggemarnya tetap loyal bahkan terus bertambah. Tidak dipungkiri musik genre berbasis heavy metal di Indonesia sangat digemari oleh mayoritas anak remaja. Ketika ditanya, seperti apa aliran Death Metal menurut Hellcrust yang mengusung genre ini.

DEATH METAL

Japs menjelaskan,kalau death metal dominan dengan permainan drum yang cepat dan vokal growling (menggeram). Umumnya, genre ini disimpulkan Death Metal. Ketika menyelesaikan album kedua, pada saat itu Japs juga baru bergabung dengan Hellcrust yang sudah merekam musiknya terlebih dahulu. Oleh karenanya, dengan sedikit ngebut dan kerja keras, Japs perlu menuntaskan seluruh lirik yang ditulis namun tidak melampui jadwal deadline. “Karena saya bergabung dengan Hellcrust yang terakhir”, sedikit menemui kendala karena jadwal singkat dan perlu menuntaskan lirik dan lagunya. Namun saya diberikan beberapa hari untuk membuat lirik sebelum masuk jadwal rekaman,” ungkap Japs. Namun demikian, Japs merasa terbantu karena personil lainnya sangat kooperatif dan mengikuti jadwal deadline yang sudah ditentukan.

Info lanjut mengenai Lirik, Rekaman, dan Live. Baca Selengkapnya ya di Majalah Audiopro Edisi 07/Thn. XVI/2017.

Related Posts