• Senin , 25 September 2017

Kevin Dwi Studio Youtuber yang Beralih ke Aranjer

KEVIN DWI SEORANG DRUMMER MUDA AKTIF SEBAGAI YOUTUBER ‘MENG-COVERED’ SEJUMLAH ARANSEMEN DARI MUSISI-MUSI LUAR YANG DILAKUKAN DI STUDIO PRIBADINYA.

 

 

Kevin Dwi, seoranmg musisi muda, sudah belajar drum sejak duduk dibangku sekolah tingkat menengah. Talenta yang dimiliki sebagai drummer terus dikembangkan dan mengikuti trend musik dari tahun ke tahun membuatnya ia membentuk beberapa band bersama rekan-rekannya demi meningkatkan jam terbang dan keahliannya sebagai drummer sejati. Ketika ditemui tim Audiopro di bilangan Taman Moderen Bekasi di kediamannya, Kevin sudah melengkapi kebutuhan bermusik dengan menyiapkan sarana studio latihan sekaligus sebagai studio rekaman. Studio Kevin Dwi yang tadinya hanya difungsikan sebagai studio drum namun akhirnya dikembangkan sebagai studio rekaman yang sesungguhnya. Meskipun ruang kontrol dan ruang studio masih menyatu namun studio yang kami sambangi ini cukup luas dan nyaman.

Treatment akustik yang sudah terpasang setidaknya dapat meredam level suara dari dalam ruang ke luar ruang studio demikian sebaliknya. Ground noise dapat diredam dengan signifikan. Karakter ruangan yang semi dead room masih memiliki sedikit ambien masih dapat ditoleransi untuk kebutuhan rekaman drum yang sudah diset oleh Kevin di sudut tertentu. Namun, penempatan drum untuk kebutuhan rekaman toh tidak selalu berada di satu titik tertentu. Melainkan ia dapat menempatkan set drum pada titik lainnya dengan leluasa karena luas ruang studio yang relatif besar.

Sebagai drummer, tentu saja Kevin sudah menyiapkan sejumlah mikfrofon drum yang selalu terpasang dan dihubungkan ke konverter AD/DA. Beberapa merek mikfrofon drum andalannya diantaranya Shure, AKG, Sennheiser dan Samson. Kevin Dwi yang berlatih drum pada Jakarta Drum School memiliki koleksi cover song di youtube cukup banyak dengan berbagai komposisi dan aransemen.

Dahulu, sebelum studio khusus drum dikembangkan menjadi studio rekaman yang sesungguhnya. Kevin Dwi menggunakan mixer analog yang ia rasakan masih jauh dari kebutuhan sound yang diinginkannya. Namun begitu, meskipun kualitas sound untuk kebutuhan youtube masih belum maksimal, setidaknya ia sudah bereksplorasi belajar miking dan melakukan mixing drum secara mandiri. Tidak puas dengan itu, Kevin memutuskan untuk memperdalam dunia rekaman karena tekadnya ia akan tampil sebagai musisi sejati di masa depan.

Studio

Sejak tahun 2015 lalu, Kevin mengembangkan sistem studio-nya, dari studio latihan menjadi studio rekaman yang diberi nama Kevin Studio Musik. Studio rekaman kali ini sudah dilengkapi dengan sistem DAW yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rekaman berkelas profesional. Pada saat itu, Kevin tertarik mengikuti pendidikan digital recording di salah satu sekolah Audio Engineering dan Music Production, ArtSonica, pimpinan Agus Hardiman. “Memang awalnya, saya adalah seorang drummer dan membutuhkan sebuah studio khusus drum yang kedap agar tidak menggangu tetangga.

 

Lambat laun karena saya juga membuat cover dan masih menggunakan mixer analog seadanya namun sound drum-nya tidak pernah berhasil didapat. Saat itu masih ngulik dan belum ngerti. Akhirnya belajar dengan mas Agus Hardiman di Art Sonica membuat proses recording yang benar. Kebutuhan ini adalah untuk keperluan saya membuat album single. Setelah belajar, saya mulai mengerti bagaimana membuat cover drum di youtube dengan sound yang benar,” jelas Kevin yang bisa dilihat di youtube channel Kevin Dwi.

Baca Selengkapnya ya di Majalah Audiopro edisi 06/Thn. XVI 2017.

Related Posts