• Sabtu , 16 Desember 2017

NATHANIA JUALIM GITARIS BERNYANYI

SEJAK BELIA MENCINTA MUSIK, MENUNTUNNYA MENGENALI SEKALIGUS MEMAINKAN ALAT MUSIK. MULAI DARI PIANO KEMUDIAN DRUM, SEJAK USIANYA BARU MENGINJAK 9 TAHUN. THANIA, DEMIKIAN PANGGILANNYA, AKHIRNYA MELABUHKAN HATINYA UNTUK SEBUAH GITAR.

 

Gitar itu keren….”tutur Thania bersemangat, saat ditemui di sebuah café di kawasan Jakarta Barat. Cinta pertamanya pada gitar bisa jadi bermula saat ia sering melihat video John Petrucci (Dream Theater) yang diputar kakaknya, “ Ngeliatnya jadi pengen aja, permainannya rapi, speednya dapet” cerita gadis ini tentang salah satu in fluencernya. Otomatis perhatiannya teralih ke alat musik yang satu itu. Masih kelas 5 SD, Thania mengawali kelihaiannya memetik senar melalui gitar akustik.

Beruntung, ia dibesarkan di lingkungan pecinta musik, membuatnya tak kesusahan mencari ‘panggung’ untuk bermain gitar. Bersama musisi Bandung yang dianggapnya sebagai guru, Coki Blues, Thania sering di ajak perform ke panggung-panggung lokal/ wedding. Hasilnya tak hanya piawai di akustik, menginjak SMP, Thania yang gemar mengisi acara pensi di sekolah, mulai menjajal gitar elektrik pertamanya.

SEKOLAH MUSIK

Lebih banyak mengembangkan skill secara otodidak, salah satu yang menjadi pertimbangan Thania untuk melanjutkan sekolah di bidang musik. Saat ini ia tercatat sebagai mahasiswi Universitas Pelita Harapan, Tangerang jurusan Jazz & Pop Music Performance. Dengan bersekolah musik, Thania merasakan banyak perbedaan pandangan tentang musik dari sebelumnya.

Dulu ia mengira bahwa musik itu hanya praktek saja, “ Yang penting bisa main” celetuknya. Namun setelah bersekolah musik ia memahami bahwa untuk musisi, teori itu penting, tidak hanya itu sejarah tentang musik tersebut juga tak kalah penting. Dampaknya bagi Tania, setelah mengetahui itu ia malah merasa jadi agak takut dan malah kritis, “ Kadang kita tahu ini musik enak, namun secara teori salah…” tuturnya.

Sebuah kecemasan yang tentunya berharap tak mengangggu kretaivitasnya. Sebab Thania yang juga mencipta lagu sejak zaman sekolah SMP mengakui bahwa dengan tau teori musik, membuatnya mampu berimprovisasi lebih luas, demikian juga harmoninya, “ Semua jadi tau lebih detail…” tuturnya.

Keterampilannya terus diasah, diawal masa belajarnya di kampus, Thania sempat membuat band beraliran Jazz (progressive) bersama senior dan dosennnya yakni: Wesley Geraldo, Echa Sumantri dan Bobby Limijaya. Sebuah pengalaman baru bagi Thania yang sebelumnya lebih banyak memainkan musik pop-rock/rock. Pengalaman lain didapat Thania melalui penampilan-penampilannya sebagai featuring musisi-musisi ternama tanah air, sebut saja : Donny Suhendra, Sheryl Sheinafia, Glenn Fredly dan lain-lain.

Info lanjut mengenai, Turn Back Time, Gitar-gitar Thania dan Efek. Baca selengkapnya di Majalah Audiopro edisi 05/Thn. XVI/2017.

Related Posts