• Sabtu , 16 Desember 2017

WORKSHOP BASS BERSAMA FRANKY SADIKIN

PADA 16 MARET 2017 LALU, FRANKY SADIKIN MENGADAKAN WORKSHOP TEPATNYA DI POELANG KAMPOENG HUMZ CAFÉ DEPOK DENGAN MENGANGKAT TEMA KALI INI “MELODY BASS”

Workshop edukasi non komersil ini lebih ke bersedekah dengan tujuan membantu teman-teman bassis yang mempunyai semangat belajar namun kekurangan biaya untuk mengikuti les atau privat musik, maka di sinilah wadahnya untuk sharing, diskusi serta berbagi ilmu tentang instrument bass. “ Saya bisa menjadi seperti ini karena pada sekitar tahun 1990an akhir sering ikut workshop, dan Saya memang hobi memberikan pelajaran.

 Jadi untuk itulah Saya mengadakan workshop bass dan kebetulan di support oleh café ini. Karena memang sedikit dan sangat jarang sekali di depok ada acara workshop di akomodir seperti ini. dan rencana ke depan workshop ini akan tetap ada setiap bulannya.” Ujar pria asal Bandung tersebut. Menurutnya, seiring berkembangya jaman dan tekhnologi, mengadakan workshop seperti ini tetap relevan.

Di media online ataupun media sosial lebih banyak orang dari luar Indonesia yang memberikan tutorial tentang instrument bass. Sangat di sayangkan apabila tidak ada orang Indonesia yang mencoba memberikan tutorial dengan bahasa Indonesia serta workshop rutin.Walaupun sekarang trendnya sudah bergeser ke era digital dan banyak media online streaming yang menyediakan pembelajaran bermusik, Franky Sadikin tetap optimis jikalau workshop edukasi seperti ini tetap berjalan.

Di media online ataupun media sosial lebih banyak orang dari luar Indonesia yang memberikan tutorial tentang instrument bass. Sangat di sayangkan apabila tidak ada orang Indonesia yang mencoba memberikan tutorial dengan bahasa Indonesia serta workshop rutin.Walaupun sekarang trendnya sudah bergeser ke era digital dan banyak media online streaming yang menyediakan pembelajaran bermusik, Franky Sadikin tetap optimis jikalau workshop edukasi seperti ini tetap berjalan.

Karena sangat terasa perbedaan antara belajar dengan berinteraksi atau bertatap muka langsung di bandingkan online streaming. Sekitar jam 8 malam sesi 1 dari workshop dimulai, gaya klinik workshop inipun terbilang cukup komunikatif dan interaksi dengan audiencepun cukup terjaga. Filosofi bermain dengan tangga nada melalui perumpaan jadi lebih ringan, sehingga materi yang di sampaian dengan mudah di cerna oleh audience.

Franky Sadikin menjelaskan bagaimana membuat lick dari beberapa sample mode seperti mayor, minor, ionioan hingga mixolydian. Dengan menggunakan backing track dan efek looping, untuk chord dasar ataupun full instrument, sangat membantu audience untuk mempelajari tekhnik bermain melody bass. Kemudian setelah itu, ada sesi 2 berupa tanya jawab.

Di sesi inilah audience yang hadir terasa dekat dengan moderator, terjadi komunikasi 2 arah yang menunjukkan bahwa materi yang di berikan dapat di mengerti oleh audience dan beberapa Komunitas Panguyuban Seniman Depok yang ikut hadir di malam tersebut.

Menambah suasana keakraban, Franky Sadikin mengajak para audience yang hadir untuk melakukan jam session. Bahkan yang unik, antar para audience dipersilahkan jam session menggunakan double bass, terlihat di sini bahwa suasana cukup mencair, di tambah pada hari yang sama pula Poelang Kampoeng Humz Café di Jalan Margonda raya, Depok, merayakan ulang tahunnya yang ke 1 maka suasana bertambah ramai dan meriah.

 

 

Related Posts