• Jumat , 14 Desember 2018

NUANSA BERBEDA DI ARMYN ONLY

Jika biasanya aksi seorang DJ hanya menampilkan aksi mixing, tetapi nuansa berbeda saat DJ asal Belanda Armin Van Buuren mengusung konsep Armin Only. Sebuah konsep sajian pertunjukkan yang sukses dibawa oleh Euphorics Events dan Livescape Indonesia. Armin Van Buuren adalah salah satu DJ terbaik dunia, yang cukup digemari di Indonesia. Seperti yang diberitakan AudioPro beberapa waktu lalu, kali ini mengusung konsep yang bertajuk “Armin Only Embrace” yang mengusung band, teatrikal, dance dalam satu rangkaian pertunjukkan.

Bertempat di JIExpo Kemayoran Jakarta, pada tanggal 31 Maret 2017 lalu, pertunjukkan ini dimulai tepat waktu seperti yang direncanakan, sekitar pukul 21.30 WIB. Didukung dengan tata lampu  yang menawan dan sound system yang menggelegar, termasuk tata panggung yang meriah, dimulai dengan sesi pembuka, yaitu ‘Main show’ ini Armyn tampil dengan konsep yang memukau. Tidak hanya tampil sebagai seorang DJ, tapi juga berkolaborasi dengan konsep teatrikal, dancer yang mendukung lagu-lagu yang dimainkan.

Tentu saja dengan tata cahaya dan tata panggung yang mendukung. Sehingga aksi mixing Armin Van Buuren terasa megah, dengan dimensi yang memukau. Hal yang lebih menarik lagi, aksi DJ ini dimeriahkan oleh musisi-musisi ternama lainnya, seperti Mr. Probz, Kensington & Cimo Fränkel, Angel Taylor, BullySongs, dan Betsie Larkin. Tampil dengan konsep Live PA, lengkap dengan band dan penyanyi aslinya.

Beberapa lagu karya Armin Van Buuren memang menampilkan beberapa vokalis, dan ditampilkan dengan konsep band di event ini. Segmen ini ditutup dengan tampilnya seluruh pendukung acara dalam satu panggung. Tepat pukul 01.00 WIB, serangkaian event “Armin Only Embrace” di ‘Vinyl Set’. Di segmen ini, menampilkan karakter old school, yaitu awal-awal DJ ini memulai kariernya, yaitu Armin Van Buuren memainkan vinyl. Dengan berjalan ke depan panggung utama sambil menggendong tas besar berisi vinyl/piringan hitam, dimana sebelumnya telah disiapkan deck Turn Table khusus. Dengan konsep Vinly Set Armyn Van Buuren memainkan musik-musik dance “Old School” yang pernah populer pada era dance musik tahun ‘90-an hingga 2000-an.

Seperti melihat perjalanan karier DJ ini dari awal hingga akhir. Tentu saja tampil solo Armin Van Buuren selama 1 jam lebih ini, menjadi salah satu penampilan yang ditunggu. Selain itu, aksi ini  juga didukung dengan tata cahaya dan screen yang memukau yang berpadu dengan tata cahaya yang luar biasa. Serangkaian konsep pertunjukkan ini termasuk baru ditampilkan di Indonesia, yang memberikan nuansa dan karakter pertunjukkan yang memukau. Berakhir pada pukul 02.00 WIB menjadi sajian electronic dance berbeda di panggung. Pertunjukkan prakarsa Euphorics Events dan Livescape Indonesia, terhitung cukup sukses. Apalagi dengan sekitar 8.500 pengunjung yang tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga termasuk pengunjung dari beberapa negara tetangga yang hadir. Karena Indonesia adalah Negara satu-satunya yang menggelar “Armin Only Embrace” di Asia Tenggara.

Related Posts