• Rabu , 22 Agustus 2018

KESERIUSAN MAGNESENCE DI INDUSTRI MUSIK

Berawal dari teman sekolah dan akhirnya dipertemukan kembali. Inilah awal ceritanya terbentuk band. Reza Armada (vokal, akustik gitar) yang pada awalnya ingin solo karier dan bertemu kembali dengan teman masa sekolahnya, Rio Manadona (bass). Akhirnya keduanya bersepakat untuk membentuk band bernama Magnesence, yang terbentuk pada tanggal 26 Februari 2012. Kebetulan, Magnesence berkesempatan menjadi band pembuka dalam perayaan ulang tahun band She yang ke-12. Karena mendapat support oleh band She, terutama oleh Adies (drum) dan Arnie (bass), mereka memutuskan untuk serius dengan band yang baru dibentuk.

Seperti kebanyakan band baru, bukanlah langkah mulus yang mereka dapatkan. Apalagi kalau bukan bongkar pasang personel. Padahal band ini sudah mulai eksis di beberapa gigs, salah satunya tampil di Java Jazz Festival 2013. “Perbedaan visi, kesibukan, dan waktu sering menjadi kendala. Makanya kita bongkar pasang personel. Akan tetapi, hal ini tidak membuat kita mundur, justru membuat kita semakin bersemangat untuk terus berproses,” ungkap Reza menjelaskan.

Setelah proses panjang, akhirnya bergabung Irhas Surahman (drum) dan formasi inilah yang dianggap paling solid hingga saat ini. Magnesence pun semakin maju. Main di banyak event besar seperti Hai Day (2014) dan akhirnya menjadi finalis di ajang Cardinal Award 2016 lalu. Formasi inilah yang sepertinya memiliki energi positif untuk melanjutkan keseriusan mereka berkarya. Menurut Rio, musik mereka dipengaruhi kuat oleh Michael Jackson, Jason Mraz, dan John Mayer. “Basic musik kami masih di pop, tapi dengan influence tersebut , kami sebut musik kami dengan genre soul beat pop.” Setelah merilis EP beberapa waktu lalu, Magnesence sudah menyiapkan single terbaru bertitel ‘Magnetic Music.’

Related Posts