• Kamis , 20 Februari 2020

ALBUM TENTANG KEBAHAGIAAN DARI PERJALANAN MUSIK DENGAN GITAR IRVAN BORNEO

BERBICARA MENGENAI SUATU TARGET DI INDUSTRI MUSIK SAAT INI, MEMANG TERGOLONG BERAT. APALAGI UNTUK MEMBUAT ALBUM INSTRUMENTAL YANG TER-SEGMENTED.

 

Tantangan terberatnya adalah effort yang lebih besar, setidaknya diperlukan mulai dari tenaga, materi, sampai waktu yang tidak sedikit. Namun atas dasar keinginan yang besar dan kuat untuk menghasilkan sebuah karya, semuanya akan diperjuangkan. Sampai akhirnya menjelang pergantian tahun 2016 lalu, Irvan Borneo salah satu shredder berbakat di tanah air merilis album instrumental keduanya yang berjudul “Karindangan”.

Di kalangan musisi, nama Irvan Borneo sudah tidak asing lagi, terutama untuk kalangan gitaris Indonesia. Gitaris yang lebih suka disebut sebagai working musician ini telah menekuni gitar secara otodidak sejak berusia 6 tahun dan memang bercita-cita mempunyai album instrumental. “Album instrumental buat saya adalah cita-cita ketika pertama kali mendalami dan bermain gitar, yang ada di kepala saya adalah saya harus punya album instrumental gitar sendiri. Karena pencapaian seorang musisi adalah karyanya, tidak terkecuali untuk gitaris,” ujarnya saat ditemui Audiopro di bilangan Duren Tiga beberapa waktu lalu.

Ada 8 track lagu di album ini, menariknya terdapat bermacam genre musik pada setiap lagunya. Mulai dari rock, pop, ballad, slow blues, country, sampai funk. Dari materi, penulisan lagu, sampai style bermain yang berbeda namun tetap di koridornya. Pada album kedua ini, sangat berbeda dengan album pertama “Life Force” yang telah dirilis tahun 2013 lalu. Pengemasan itulah yang merupakan pendewasaan bermusik dari seorang Irvan Borneo, karena di album ini tidak semua pure mengeksplor skill, tapi lebih menonjolkan komposisi musik.

“ Di album ini, saya berusaha membuat album instrumental dengan belajar menulis lagu serta komposisi musik yang lebih dewasa. Gitar yang bermain musik, bukan musik yang akhirnya keluarnya gitar. Jadi yang didengar itu musiknya, bukan hanya gitarnya saja. Dengan harapan orang awam yang bukan gitaris pun dapat menikmati musik di album ini dengan enjoy,” jelas Irvan yang berasal dari Kalimantan Selatan ini.

Baca Selengkapnya di Majalah Audiopro Edisi 03/Thn. XVI/2017.

Related Posts