• Rabu , 29 Januari 2020

FERA QUEEN BERKARIER SUKA-SUKA

TIDAK MELALUI JALUR MAINSTREAM (LABEL), BUKAN BERARTI SEBUAH KEGAGALAN.
CARA BERKARIER FERA QUEEN YANG MEMANFAATKAN TEKNOLOGI DIGITAL BAHKAN BERKEMBANG LEBIH CEPAT DARI PERKIRAANNYA.

Mengonsep sebagai penampil solo, Fera Queen kerap menghujani YouTube dan Facebook dengan video cover version miliknya, 3 tahun belakangan ini. Vokal yang unik, sebagian orang mensejajarkan warna suaranya dengan Dolores O’Riordan dari Cranberries membuat dara kelahiran Kuningan, 9 Mei 1985 ini cepat mencuri perhatian viewer. Biasanya dalam video musik miliknya, Fera ditemani oleh seorang musisi yang memainkan alat musik, kebanyakan gitar akustik. Namun yang lebih menarik, setiap video musiknya digarap dengan serius, selayaknya video klip yang dikerjakan profesional.

Hebatnya, sejauh ini seluruh konsep dan pengerjaannya dilakukan Fera sendirian dengan peralatan yang awalnya sederhana kemudian berkembang menjadi lebih komplit dan kompleks. “Saya menyisihkan sebagian pendapatan setiap bulan untuk investasi alat,” ujar Fera saat bertandang di kantor AudioPro beberapa waktu yang lalu. Saat ini hasil investasinya sudah meliputi Go Pro hingga 2 buah drone. “Percaya tidak percaya, awalnya semua merekam dari handphone,” lanjut Fera yang memang sangat menginginkan set yang bagus untuk setiap videonya, dengan cara melakukan take satu per satu (bukan live).

KARIER

Terjun ke dunia penyanyi professional selama 7 tahun, ketenaran Fera yang bernama asli Ferawati ini sebenarnya terbuka saat ia mengikuti kontes menyanyi X-Factor Indonesia sesi pertama. Kala itu Fera berhasil masuk 24 besar (boot camp). Fera meneruskan karier bernyanyinya dengan menyanyi di cafe dan hotel yang hingga kini masih dilakoninya. Sejak booming YouTube, ide kreatif Fera muncul untuk ikut terlibat tampil di dalamnya. “Saya merasakan dari tidak ada viewer hingga sekarang memiliki ribuan,” katanya.

Bahkan fans Fera sudah membuat fanbase sendiri dengan nama Queener, “saya ikutin saja,” tutur gadis yang sekarang mengecat rambutnya dengan warna pirang ini.  Fera mengakui bahwa dengan jalannya sekarang, ia merasa lebih jujur kepada fansnya, begitupula sebaliknya. “Respons di sosmed itu lebih cepat, sehingga kita tahu karya kita bagus atau tidak,” jelasnya

Info lanjut mengenai Microfon JTS dan Album Suka-Suka, Baca Selengkapnya di Majalah Audiopro Edisi 02/Thn. XVI/2017.

Related Posts