• Sabtu , 16 Desember 2017

VALETON VES-1 DAPPER EFFECT STRIP

BANYAK EFEK PEDAL GITAR YANG BEREDAR DI PASAR INSTRUMEN SEKARANG INI. BERBAGAI  MACAM PRODUSEN RAMAI MENGELUARKAN SERI TERBARU DARI PRODUK MEREKA,  BAIK ITU UNTUK MULTI EFEK DIGITAL MAUPUN ANALOG DENGAN FITUR YANG BERVARIASI.

 

Sebagai salah satu pendatang baru, nama Valeton belum terlalu familiar, khususnya di pasar Indonesia. Produsen asal negeri tirai bambu ini menawarkan esensi pengalaman membuat musik menggunakan User-Friendly Gear. Saat diperkenalkan pertama kali pada  Music China di Shanghai pada bulan Oktober 2015 lalu, Valeton membawa beberapa varian produk mereka. Salah satu lineup produk Valeton yang masuk review Apro kali ini adalah VES-1 Dapper E­ ect Strip yang merupakan penggabungan antara 4 efek ke dalam sebuah efek strip.

DESAIN SERTA FITUR

Di pasaran, tidak banyak ditemukan efek gitar dengan desain strip seperti Valeton VES-1 Dapper. Hadir dengan desain simple, pada housing bermaterial alumunium alloy yang di finishing warna silver metalic terdapat LED display tuner serta 5 buah pedal footswitch dikombinasikan rubber knob dengan backlight berbeda untuk setiap efek. Hal ini membuat kontrol display terlihat jelas sehingga menjadi nilai lebih secara ergonomis pedal efek dengan built quality yang cukup kokoh ini. Terlebih bentuk memanjang serta dimensinya yang tergolong ringkas dapat menghemat space di pedalboard. Kemudian pada bagian belakangnya, terdapat sebuah input, Send-Return FX Loop, switch On-Of Cabinet Simulator serta sebuah output.

Valeton Daper VES-1 yang hanya dapat menggunakan daya power adaptor 9V untuk menghidupkannya ini dibekali fitur efek Overdrive, Distortion, dan Delay dengan Tap Tempo yang dapat berjalan secara simultan yang dilengkapi dengan Tuner, FX Loop serta Cabinet Simulator. Overdrive serta Distortion tone pedal ini dikontrol melalui gain dan volume untuk sound yang lebih break up, serta bass dan treble untuk setting karakter tone yang lebih scoop. Untuk kontrol pada Delay, terdapat mix untuk mengatur ratio signal dry atau wet, Regen serta Time untuk mengatur delay feedback dan delay time. Selain itu terdapat TAP Footswitch untuk melakukan Tap tempo delay dengan pulse indicator.

SOUND

Prinsip dasar signal flow dari efek ini adalah Tuner-Overdrive-Distortion-FXLoop Send FXLoop Return-Delay-Cabinet Simulator. Fitur yang pertama kami coba yaitu adalah tuner, ketika diaktifkan, maka efek ini akan memute sinyal output, display LED untuk pitch note dengan indicator dapat terlihat dengan baik. Walaupun tidak dapat dikalibrasi, tuner ini cukup akurat dan sangat membantu user agar tidak repot membawa  tuner. Saat mencoba Valeton Dapper VES-1, Kami menggunakan amplifier Laney GHR-212 dengan gitar Elliott S-Series berkon figurasi pickup HSS, seperti biasa, ampli kami setting at. Walaupun terbilang kecil, kontrol  pada pedal ini kami rasakan cukup presisi ketika memutarnya dari posisi minimum hingga maksimum.

Tidak ada lonjakan gain ketika memutarnya, cukup smooth pada setiap knob kontrolnya. Yang pertama kami coba adalah efek overdrive, dengan karakter sound classic overdrive, knob tone memberikan andil yang besar untuk colouring pada efek ini. Ketika volume pedal dibuka secukupnya, knob tone kami buka pada posisi jam 12, dan gain di posisi jam 9. Kami rasakan tone crunch yang terdengar dark. Untuk membuatnya lebih bright, saat knob tone dibuka hingga posisi jam 2, detail artikulasi ketika memainkan nada lead terdengar lebih baik. Ketika kami boost knob gain hingga jam 3, Knob tone di sini berperan penting, buka tone hingga posisi jam 11, terdengar sound hot british overdrive dan untuk membuatnya sedikit modern dan bright, putar knob tone hingga posisi jam 2.

Setelah itu, kami mencoba efek distorsi, gain kami setting pada jam 10, level serta bass dan treble pada pada jam 12 untuk mendapatkan sound yang lebih overdrive, namun karakter classic british high gain distortion cukup melekat pada efek ini. Akan tetapi bagusnya, pedal ini tetap memiliki treble yang open ketika memainkan not tinggi di senar 1, 2, dan 3 sehingga tidak perlu khawatir sound terdengar over-mid. Kami boost gain untuk karakter scoop hingga posisi jam 3, knob bass pada posisi jam 2 dan treble jam 12. Karakter scoop demikian dapat mewakili sound distortion untuk channel lead. Karena penasaran, kami mencoba menggunakan secara simultan kombinasi antara efek Overdrive dengan Distorsi dan sebaliknya. Ternyata penggabungan kedua efek ini mampu menjadi gain booster untuk menaikkan sinyal serta mempertebal karakter sound dan sustain saat melalukan solo gitar tanpa khawatir sinyal peak.

Untuk sebagian besar gitaris, peran delay cukup sigini‑ kan pada saat rekaman, terutama saat bermain live guna mendapatkan repetisi dan ambience sound yang lebih dramatis. Walaupun efek ini hanya mempunyai output mono, karakter analog delay nya mampu menghasilkan maksimum delay sebesar 1000 ms. Ketika knob mix serta time diputar pada posisi jam 12 dan regen 0, saat mainkan note staccato terdengar rhytmic delay khas analog delay yang warm. Ketika delay time diubah ke posisi jam 10, mix dan regen posisi jam 12, ambient delay yang fat dan warm seperti sound gitar The Edge di lagu U2 With or Without You mampu direpro oleh pedal efek ini.

Valeton cukup pintar untuk menambahkan cabinet simulator pada rangkaian akhirnya. Kami mencoba Valeton Dapper VES-1 untuk direct recording menggunakan audio interface Behringer UMC 404HD dengan monitor Genelec 8030B, simulasi tersebut kami lakukan dengan asumsi dapat terdengar transparan di FOH apabila digunakan saat kondisi live. Saat mencoba Overdrive, Distortion serta Delay dengan settingan seperti yang telah disebutkan di atas, terdengar harsh saat cabinet simulator tidak diaktifkan. Namun terdapat perbedaan yang signi‑ kan ketika cabinet simulator diaktifkan, resonansi respons cukup natural untuk mereplika amplifier speaker gitar pada frekuensi 80 Hz-8000 Hz bahkan ketika volume dinaikkan.

OVERALL

Di balik kesan sederhana tampilan efek Valeton Dapper VES-1, terdapat karakter sound yang dapat diandalkan. Tambahan fitur tuner, FX loop serta cabinet simulator memberikan point plus, terlebih dengan dimensi dan built quality yang kokoh dari pedal ini. Terlepas dari Stigma Made in China serta durability yang belum teruji karena pendatang baru, tampaknya di sini Valeton berhasil memberikan User-Friendly Gearberkualitas dengan harga ekonomis yang akan mengubah pemikiran Anda sehingga efek ini layak untuk menjadi pertimbangan.

 

Related Posts