• Selasa , 17 Oktober 2017

ASIAN BEAT 2016

KOLABORASI APIK PARA BINTANG TAMU

proevent1

Hujan yang turun sejak siang hari tak menyurutkan semangat para finalis yang bersiap tampil dihadapan juri. Sempat molor selama beberapa jam karena masalah cuaca, acara yang digelar outdoor ini sukses besar dengan penampilan memukau para finalis dan permainan keren para bintang tamunya.

Asian Beat 2016 merupakan Asian Beat ke-18 sejak pertama kali diadakan oleh Yamaha Corporation sejak tahun 1998 (sebelumnya bernama band alert hingga tahun 2001). Kompetisi band amatir ini merupakan kerucut dari kompetisi tingkat local head yang diadakan di 10 kota dan diselenggarakan oleh dealer Yamaha Musik. Setidaknya tahun ini ada 150 band berkompetisi utuk maju ke tingkat nasional. Gelaran final nasional berlangsung akhir September lalu, di sebuah kafe di bilangan Kemang, Jakarta Selatan. Mengusung konsep outdoor, final kali ini juga free untuk umum, mengingat final nasional kali ini mendatangkan bintang tamu Glenn Fredly dan Isyana Sarasvati yang juga merupakan endorser Yamaha Musik .

SABI SANG JUARA

Tepat pukul 17.00 WIB acara dimulai seiring dengan menurunnya intensitas hujan deras yang turun sejak siang hari. Berturut-turut band asal Makassar, Bandung, Jabodetabek , Surabaya, Semarang, Medan, Palembang, Lampung, dan Jambi menampilkan lagu kreasi mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari Denny Chasmala, Ronald Steven, dan Agung Gimbal yang juga merupakan artis Yamaha. Para finalis berhasil menampilkan lagu mereka sendiri dengan kreatif. Tidak terkotakkan dengan sebuah genre khusus, musik yang ditampilkan menjadi berwarna dengan kekhasan masing-masing personel termasuk ada beberapa yang mewakili ciri khas daerah asal band mereka. Lolos sebagai pemenang adalah SABI Band, asal Pekanbaru. Band yang bergenrekan rock modern. SABI Band berhasil memikat hati juri lantaran musik kekiniannya yang dimainkan secara rapi dengan teknik instrument yang bagus. Dengan demikian, SABI Band berhak menggondol hadiah sebesar Rp10 Juta dan layak menginjakan kaki di Tokyo, Jepang untuk berkompetisi di tingkat Asia. Akan berjumpa dengan band-band asal Malaysia, Taiwan, Singapore, Hongkong,China, Korea, Mongolia, dan Kanada untuk memperebutkan voucher Yamaha senilai USD3,000. Sepanjang keikutsertaan di ajang Grand Final tingkat Asia, Indonesia sudah berhasil merebut 5 kali Grand Prize melalui Topeng Band (2004), Rempeyex Band (2006), WAR Band (2009), Breakthru Band (2012), dan ROCK-X Band (2014).

KOLABORASI

Satu hal yang menjadi pemikat konser malam final kali ini adalah penampilan para bintang tamu seusai para finalis tampil sambil menunggu pengumuman pemenang. Dibuka dengan kolaborasi para artis Yamaha, yakni ketiga dewan juri dengan Bonar Abraham, Henry Budidharma, Jonas Wang dan Sadrach Lukas memadukan keahlian bermusik mereka melansir musik-musik pop-rock secara apik. Membuat penonton yang hadir berjingkrak-jingkrak di sisi panggung. Setelah 5 lagu dibawakan, saatnya Isyana Sarasvati tampil. Dengan balutan busana putih nan anggun Isyana melakukan konser intim dengan penggemarnya yang sudah menunggu sejak sore hari. Berlanjut dengan penampilan Glenn Fredly setelah sebelumnya sempat duet dengan Isyana. Di sini, Glenn sempat bercerita tentang keterikatannya dengan Yamaha Musik, “Dulu saya pernah menang lomba nyanyi, hadiahnya adalah gitar Yamaha,” tuturnya. Itulah salah satu yang menjadi alasan betapa Yamaha selalu di hatinya….

Related Posts