• Kamis , 17 Agustus 2017

RANGGA MUSIC STUDIO MENGEMBANGKAN STUDIO DENGAN PROSESSOR ANALOG

studio

Rangga Music Studio termasuk salah satu studio rekaman yang terus updet mengembangkan koleksi outboard dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumennya.

Rangga Music Studio berlokasi di bilangan Puri Kembangan, Jakarta Barat, sudah dirintis oleh bung Rangga sudah lebih dari 5 tahun dan masih eksis hingga sekarang. Umumnya, studio rekaman yang tidak ditangani secara serius akan mengalami layu sebelum berkembang. Namun, tidak demikian bagi Rangga yang eksis menjalankan bisnis studio rekaman dikomersilkan bagi masyarakat luas. Studio ini selalu dipenuhi dengan jadwal rekaman setiap harinya. Tidak saja dari Jakarta, musisi dari berbagai daerah juga memanfaatkan fasilitas Rangga Music Studio. Bagi Rangga, pemilik dan pengelola Rangga Music Studio seolah tak berhenti mengembangkan studio rekaman untuk jangka panjang. Ia selalu meng-upgrade studio demi menjawab kebutuhan pelanggan memiliki hasil rekaman yang maksimal menggunakan jasa studio miliknya. studio1Maka, sejumlah koleksi prosesor audio analog, seperti dynamic processor dan preamp terus bertambah. Koleksi ini terlihat memenuhi isi rak di dalam ruang kontrol. Sejumlah preamp dan dynamic processor kombinasi teknologi tabung dan transistor. “Kami berusaha memberikan fasilitas yang terbaik bagi konsumen kami untuk kebutuhan rekaman dan bisa menghasilkan sound yang terbaik dengan menambah sejumlah prosesor analog. Karena bagi kami, peranti prosesor audio (hardware) tetap lebih baik dibanding software. Kami kembangkan satu per satu hardware yang kami siapkan,” ujar Rangga ditemui di studionya di jalan H. Mali, Duri Kosambi, Jakarta Barat. Ruang studio dan ruang kontrol sudah lebih dari 5 tahun berdiri tidak ada perubahan karena sudah memenuhi kapasitas produksi rekaman sesuai kebutuhan. Syarat lain dalam menjaga eksistensi bisnis studio maka kenyaman studio juga diperhatikan karena membuat betah para musisi dalam bekerja selama beberapa jam. Setiap prosesor memiliki karakter kolorasi yang berbeda antara satu dengan lainnya. Musisi dapat memilih prosesor mana yang sesuai untuk kebutuhan rekaman, bisa vintage sound atau modern sound. Prosesor ini dapat digunakan saat tracking maupun mixing dan mastering. Di era digital, prosesor analog salah satu peranti yang menjadi favorit para pengelola studio sebagai pelengkap sistem rekaman dengan kombinasi teknologi digital dan analog. Betapa tidak, nuansa hasil rekaman dari prosesor analog menjadi kebutuhan utama saat ini. Hasil rekaman dari proses digitalisasi kini bisa digabung dengan proses analog agar hasil rekaman tidak steril. Transien suara dapat dibentuk dengan dynamic processor analog dalam bentuk hardware. studio2Hasil akhirnya sangat nyata dan jelas terdengar dibanding menggunakan prosessor plug ins (software). Belum lagi, kolorasi setiap hardware memberikan nuansa yang berbeda antara perangkat satu dengan lainnya. Tak aneh, jika Rangga kini fokus mengembangkan prosesor analog untuk menyiapkan kebutuhan rekaman dengan kualitas audio yang maksimal. Cukup menarik, Rangga menggandeng salah seorang audio engineer rekaman profesional, Andre Blackham. Audio engineer ini sudah sangat berpengalaman dalam dunia rekaman sejak era analog. Bahkan, Andre yang kami temui di Rangga Music Studio, menjelaskan kepada kami bahwa peranti analog sampai kapan pun akan dibutuhkan dalam aplikasi rekaman. Apalagi, di era digital kebutuhan prosesor audio analog memiliki peran besar. Salah satu contoh yang bisa Apro sebut, setiap preamp atau kompresor yang menggunakan teknologi transistor maupun tabung memiliki kolorasi yang berbeda dari masing-masing teknologi. Belum lagi komponen transformer setiap prosesor audio juga akan memberikan pewarnaan suara sendiri antara brand satu dengan lainnya. studio3 Banyaknya komponen dan sirkuit elektronik dari peranti analog (hardware) akan memberikan karakter tone tersendiri. Jika kita memiliki 10 outboard (prosesor) artinya sama saja memiliki 10 karakter warna suara yang berbeda. Seluruh data hasil konversi dari analog ke digital yang tersimpan dalam komputer tak lagi steril setelah melalui sentuhan proses analog. Hasil rekaman setiap instrument dan vokal akan menjadi lebih warm, tebal, dan karakter sound yang kuat hasil proses peranti analog (outboard). Memang investasi dalam urusan prosesor analog demi mendapatkan kualitas audio yang maksimal tidaklah murah. Perlu diketahui, seluruh prosesor analog, baik preamp maupun kompresor yang disiapkan Rangga Music Studio adalah dari brand papan atas dan brand favorit dunia. Rangga Music Studio tidak hanya digunakan sebagai jasa studio rekaman namun studio tetap eksis karena juga banyak melakukan kegiatan produksi rekaman, seperti proyek album CAR yang dirintis oleh Christian, Arden, dan Rangga direkam hingga proses mastering. Selain itu, tim musisi dari Rangga Music Studio juga menjalin kerja sama dengan sejumlah musisi dalam membuat proyek album dan solo.

studio5

Related Posts