• Sabtu , 20 Januari 2018

RAIDEN SOEDJONO

GUE DRUMMER UNIVERSAL

raiden-edit

Selama itu (musik) layak buat gue, gue harus mempelajarinya. Dalam bermain drum, Ia termasuk drummer yang enerjik. Banyak belajar dari berbagai genre musik, menjadikan dirinya menyebut sebagai drummer universal. Padahal dirinya dikenal sebagai drummer di group metal Roxx. Berikut penuturan drummer yang dalam raider manggungnya hanya meminta stand drum kit yang “sehat” saja.

BELAJAR OTODIDAK

Saat di Sekolah Menengah Pertama, Raiden Soe lebih memilih seni musik dibanding seni rupa untuk salah satu kelasnya. Dan di kelas seni musik itu hanya ada pelajaran marching band. Rupanya di marching band ini, selain belajar beberapa alat musik yang harus dikuasai juga harus belajar notasi dan partitur. Ini yang membuat ia sangat tertarik untuk serius belajar musik. Walaupun tpada dasarnya jauh-jauh hari sebelum memasuki masa sekolah, rasa bermusiknya sudah digugah oleh sang ayah, yang selalu memperdengarkan lagu-lagu dari Queen, The Beatles, Beach Boys pada dirinya. Maka keinginan untuk bisa menguasai salah satu alat musik baru tercapai saat dia mengikuti kelas marching band tersebut. Pilihan alat musik pun jatuh ke drum. Berbekal drum pemberian sang Ayah, Raiden mempelajari alat musik tersebut secara otodidak dengan mempelajari beberapa permainan drummer luar negeri melalui MTV. Group band seperti Sound Garden pun menjadi panutannya. Hingga akhirnya bersama teman sekolah, permainan drum nya bisa ditampilkan di acara sekolahnya dengan membawakan salah satu lagu dari Three Eleven. Inilah panggung pertamanya. Bukan masalah besar atau kecilnya sebuah panggung, tapi di titik inilah Raiden Soe makin giat mempelajari alat musik drum.

DRUMMER UNIVERSAL edit2

Seiring dengan perkembangan industri musik yang kian menggeliat. Dan beragamnya aliran-aliran dari genre musik, tidak lantas membuat Raiden Soe hanya menggeluti satu aliran genre musik saja. Walau sudah menjadi drummer Band ROXX, ia tidak menutup kemungkinan untuk mempelajari berbagai musik yang ada. “Gue gak mau jadi drummer spesialis, selain karena gue cenderung mempelajari banyak genre musik, gue gak mau permainan drum gue mengerucut di salah satu genre musik, maka dari itu gue lebih suka kalau gue disebut sebagai drummer universal dan gue anggap gue ini adalah aktor yang harus bisa memainkan berbagai peran ketika ditawarkan berbagai jenis music,” jelasnya ketika ditemui Apro di Outlaw Studio di bilangan H. Nawi Raya, Jakarta Selatan. Bukan tanpa alasan jika penggebuk drum yang 4 Oktober lalu berulang tahun yang ke-30 tahun ini, menyebut dirinya sebagai drummer universal, tercatat berbagai group band pernah memakai gebukan drummnya. Sebut saja Juliette, The Fly, Bunga, Iwan Fals dan Band. Bahkan saat ini ia sedang mengerjakan proyek bersama Band Ultrawide yang salah satu gitarisnya berasal dari Australia.

edit3WAJIB MEMILIKI TONE

Saat dulu dirinya mempelajari banyak drummer new metal, seperti Deadsmake, Foo Fighter, Sound Garden, System of Down. Dari sekian banyak yang ia pelajari dari drummer-drummer lain adalah tone. Mau tidak mau, suka atau tidak suka, jika memang ingin menjadi penabuh drum yang baik, syarat memiliki tone dalam karakter drum nya ternyata adalah sebuah keharusan. Karena ini yang membedakan antara drummer satu dengan drummer yang lain. “Tone buat gue adalah karakter setiap drummer dan sangat penting, bahkan harus gue tekankan bahwa buat yang ingin serius dalam bermain drum, wajib punya (tone) ini,” tuturnya. Lantas ia menjelaskan mengapa begitu pentingnya tone ini dalam permainan drum bahwa tone yang paling baik adalah yang berasal dari tangan drummer itu sendiri, lalu ia mencontohkan jika pada satu snare yang sama, akan menghasilkan banyak tone jika dipukul oleh orang yang berbeda dan berbeda pula jumlah tone yang dihasilkan oleh masing-masing drummer tersebut. Itu uniknya sebuah tone. Intinya dengan satu drum set yang sudah di-tunning, ketika digunakan oleh banyak drummer, maka masing-masing drummer pasti akan menghasilkan tone yang berbeda. Merujuk siapa drummer yang menjadi panutannya dalam belajar tone, ia menyebut Matt Cameron (Sound Garden) dan Yaya Muktio. Tak heran, demi menghasilkan tone yang baik, Raiden Soe ketika bergabung dengan ROXX rela merombak total drum kit-nya (Pearl Master Custom) terutama pada bass drum, yaitu membuat ukurannya menjadi 22”x 22”. Dan ketika digunakan, personel lain merasa cocok dengan karakter suaranya. “Bass drum itu simpel tapi rumit. Simpel karena suara yang diinginkan hanya suara low, tapi mendapat suara low yang bagus itu yang rumit. Gue mempertajam tone gue itu pakai dua mic di bass drum. Satu sesuai pemasangan standar, satu lagi ditaruh di dalam. Dan mic yang didalam ini mengeluarkan low frekuensi nya paling keluar. Dan mic yang di dalam adalah Shure SM 91” tutur lelaki yang justru banyak belajar mendapat karakter tone nya ini ketika bergabung dengan ROXX.

dsc_2057edit

TIPS

Hal yang sering dialami setiap drummer ketika sedang bermain adalah stick lepas dan patah. Tapi jika itu terjadi jangan sampai pernah menghentikan permainan drum barang sejenak pun. Baik itu dalam latihan apalagi saat manggung. “Gue selalu mempersiapkan stick holder itu di posisi kanan kiri. Di bawah Hi hat, dua pasang serta di sebelah floor tom”. Gear pastikan sudah keadan baik, stand pun harus kondisi yang sehat dalam artian kokoh dan kuat. Jok usahakan bawa sendiri, karena jika kita mempunyai drum set sendiri, biasanya sudah terbiasa dengan ketinggian jok yang kita punya, memang saat manggung disiapkan jok dan bisa disetel ketinggiannya, tapi secara tidak langsung, jika pemain tidak membawa jok sendiri harus merubah beberapa posisi stand, otomatis ini jadi akan merubah angle, kemiringan berubah, jangkauan tangan ke alat juga berubah saat berada di tengah drum set. Karena kita tidak tahu persis ketinggian stand saat dipanggung. Beda dengan jika kita membawa jok sendiri. Dengan ketinggian jok yang terbiasa dipakai saat latihan, maka setup drum set tersebut tinggal mengikuti posisi pemain. Ini bisa memangkas waktu dalam hal setup drum. Menutup wawancara dengan Apro, ia kembali menegaskan arti pentingnya sebuah tone, yaitu tone yang baik itu yang tidak membuat kuping sakit buat yang mendengar. Jangan hanya sekedar powerfull atau kencang, tapi gunakan tone agar lebih terasa keindahan nada suaranya.

drum-edit

 

Related Posts