• Sabtu , 20 Januari 2018

PUPUN DUDIYAWAN

SOUND GITAR DAN AMPLI YANG GANAS

cs-1

Belajar gitar otodidak juga membuktikan Pupun Dudiyawan mampu menjadi musisi profesional sejati.

Pupun sapaan akrab dari Pupun Dudiyawan gitaris D’Bandhits dan endorser brand Bugera Amplifier, Schecter guitar, dan Behringer mengukuhkan kariernya sebagai musisi sejati. Sejak di bangku sekolah dasar, Pupun sudah dikenalkan oleh sang ayah instrumen gitar dan keyboard. Saat kecil tak jarang Pupun memperhatikan sang ayah yang aktif mengadakan lomba band di Kuningan Jawa Barat, kota kelahiran Pupun. Maka bakat bermain musik terus didukung keluarga hingga ia dewasa. Sejak di bangku SMP, Pupun mulai membentuk band bersama teman sekolah dan mengikuti berbagai rangkaian festival band pelajar meskipun kala itu Pupun sudah memposisikan sebagai gitaris di band masa sekolah sebelum memasuki karier profesional. Musisi ini mengikuti pendidikan formal hingga ia lulus kuliah PAAP UNPAD jurusan marketing. Usai kuliah, Pupun masih mengikuti kegiatan bermusik, bahkan di tahun 2003 ia juga menyandang juara pertama tingkat nasional lomba cipta lagu perikanan dan kelautan serta mendapat penghargaan dari Presiden RI melalui Menteri Perikanan dan Kelautan. Karier bermusik Pupun kian menanjak, khususnya sebagai gitaris, menariknya kesempatan menjadi Pegawai Negeri Sipil dilepas demi menekuni karier bermusik. Oleh karena itu, di tahun 2004 profesi seorang musisi profesional dilakoni oleh Pupun dan lolos dalam kontes musisi tingkat nasional Dream Band yang diadakan oleh salah satu program televisi swasta. Saat itu terbentuklah Dream Band, yang personelnya dari seleksi ketat karena bersaing dengan ribuan gitaris lainnya di Indonesia. Pupun menjadi gitaris band yang dinamakan Kapten lolos dari seleksi Dream Band. Nama Kapten di era pertengahan 2000-an terus berkibar, musisi ini lebih jelas menapakkan sebagai musisi profesional. cs-a2 Dari sana pengalaman sebagai gitaris terus berjalan dan mantap. Teknik bermain gitar secara otodidak juga dikembangkan sendiri dengan belajar dari banyak referensi gitaris dunia. Dalam komunitas gitaris Indonesia nama Pupun Dudiyawan cukup dikenal yang membuatnya ia ditarik oleh pemegang brand instrumen musik Rockweel Guitar (2008-2011). Usai lepas dari endorser Rockwell Guitar, Pupun bergabung dengan keluarga Schecter Guitar sebagai endorser dari tahun 2011 hingga sekarang, dua periode berturutturut. Karier musik profesionalnya membawa Pupun bersama Darius Sinathrya (vokalis) membentuk band D’Bhandits yang dibentuk tahun 2013 usai ia mengundurkan diri dari Kapten. Sudah dua album yang diluncurkan D’Bhandits beraliran rock diluncurkan melalui label rekaman Rumah Musik Indonesia (RMI). Ketika Pupun berkunjung ke redaksi Audiopro, ia masih menyelesaikan album ketiga D’Bhandits.

AMPLIFIER
Pupun sebagai endorser Bugera Amplifier kini diperkuat dengan amplifier seri Trirec Infinium yang digunakan untuk kebutuhan panggung dan rekaman. “Bugera termasuk ampli yang awet karena saya memakai amplifier Bugera Trirec Infinium tidak untuk perform saja, tapi juga dipakai di studio. Di dalam head Bugera diperkuat dengan teknologi yang disebut Infinium. Teknologi Infinium merupakan rangkaian elektronik bisa membuat tabung jauh lebih tahan lama. Teknologi infinium sudah terbukti, karena saya gunakan di studio berjam-jam nonstop setiap hari. Sudah satu tahun tabung ini tidak ada masalah. Selain itu, teknologi Infinium juga bisa mendeteksi lebih dini jika ada tabung yang sedang bermasalah dari 4 tabung yang ada melalui empat buah lampu indikator LED. Jika ada satu lampu indikator menyala artinya ada satu tabung yang bermasalah,” jelas Pupun masih disibukkan rangkaian kegiatan tur bareng komunitas gitar di berbagai daerah Indonesia dan di support oleh Scheter Guitar dan Bugera Amp.

cs4

REKAMAN
Pupun menuturkan saat merekam gitar dengan konsep double track (mono) untuk pengisian bloking gitar distorsi. Pengisian bloking gitar termasuk pengisian interlude dan fill in sudah diperkuat dengan head-cabinet Bugera Trirec. “Pada waktu menggarap album kedua D’Bhandits, saya miking Bugera menggunakan mikrofon SM 57 (Shure) dan berkesperimen menggunakan mikrofon kondenser SM81. Karakter soundnya sesuai dengan kebutuhan (aransemen) saya,” ungkap Pupun yang kerap menggunakan referensi sound dari gitaris asing untuk kebutuhan mixing pada track gitar yang direkamnya di setiap mengerjakan proyek rekaman. Ia menambahkan, bahwa Bugera Trirec adalah jenis amplifier hi-gain untuk genre heavy metal namun sebenarnya jika kita explore amplifier ini bisa digunakan untuk genre apa saja. Memang tongkrongannya metal banget. Kita bisa memanfaatkan tiga jenis sound Trirec Infinium, yaitu clean, crunch, dan drive. Amplifier ini bisa memberikan karakter tone drive modern, vintage, dan klasik.

GITAR
Salah satu gitar yang dipakai Pupun untuk kebutuhan rekaman dan panggung adalah Schecter Hellraiser C7 FRS (Sustaniac). Ia memberikan tips bahwa konstruksi gitar adalah faktor yang paling penting. Seperti konstruksi yang ada pada Schecter Hellraiser C7 FRS memiliki konstruksi yang solid dan kokoh. “Schecter juga memiliki karakter spring yang sangat stabil. Saat saya tekan dan tarik whammy bar, tune gitar ini tetap stabil atau tidak mengalami out of tune. Selain itu, gitar ini sangat kuat karena sering kali saya keluar daerah dan membawa gitar ini cukup menggunakan gig bag yang dimasukan ke bagasi pesawat dan tidak ada masalah dengan gitarnya. Begitu saya buka (gig bag) dan pakai gitar saya tetap tune,” jelasnya. Tips lain yang dibagi kepada gitaris dari pengalamannya saat memilih gitar khusus pada genre rock yang dijelaskan Pupun. Pertama, kita bisa memilih gitar berbahan material kayu Mahogany pada bagian bodi gitar. Kedua, bobot gitar perlu diperhatikan karena jika gitar terlalu ringan akan mudah (menimbulkan) feedback dan kalaupun gitar terlalu berat pun akan cepat pegal (lelah) bagi penggunanya. Di sisi lain untuk mendapatkan sound gitar yang ideal ditambah dukungan komponen (internal) elektrik seperti pick up dan komponen eksternal seperti multiefek gitar dan amplifier. “Yang perlu digarisbawahi adalah semuanya sungguh relatif kebutuhan untuk mendapatkan sound gitar yang dianggap paling ideal dan cukup tergantung dari mindset gitaris itu sendiri,” papar Pupun mengakhiri wawancara dengan Apro.

cs-3

Related Posts