• Jumat , 19 Oktober 2018

JM LIVE MIXING MASTERCLASS

masterclass1

Beberapa waktu lalu, JM Music Audio Labs, sebuah konsep pendidikan non-formal yang berbasis Audio Engineering yang digagas oleh Joseph Manurung, berhasil menggelar sebuah acara yang bersifat edukasi; JM Live Mixing Masterclass!

JM Live Mixing Masterclass adalah sebuah ‘ruang edukasi’ untuk berbagi pengalaman dan berbagai trik seputar live mixing dalam format yang lebih “rapih” dan terorganisir namun tetap informal dan santai. Dengan mengusung tema Pop, Rock dan Metal Live Mixing, JM Live Mixing Masterclass digelar selama 3 hari berturut,mulai tanggal 14 s/d 16 September di Rossi Musik Fatmawati. “Kenapa dibuat memakai tema? Karena masing-masing genre memliki goals dan energy yang berbeda-beda serta memerlukan trik yang berbeda pula namun dengan benang merah yang sama : ART! Itulah kenapa JM Live Mixing Masterclass ini tidak ditujukan untuk beginner, minimal pernah menangani live mixing sebuah gelaran kecil maupun sedang”,tegas JM. masterclass2 Sesuai dengan tema, narasumber masing-masing kelas adalah para professional yang benar-benar mewakili dan memahami bagaimana live mixing sesuai genre-genre tersebut. Untuk itu, JM mengajak Sony Soebowo dan Innu Regawa terlibat dalam program ini. Menurut JM, Sony Soebowo dan Innu Regawa adalah salah dua yang cocok dan sangat berpengalaman. Sony Soebowo, seorang senior engineer yang meng-handle band besar Slank, beberapa festival musik besar seperti Soundrenaline dan seabgreg pengalaman lainnya, sedangkan Innu Regawa adalah sosok yang bertanggung jawab dibalik kegarahan sound live performance-nya Burgerkill! JM membawakan kelas Pop Live Mixing (14/09), Sony Soebowo membawakan kelas Rock Live Mixing (15/09) dan Innu Regawa membawakan kelas Metal Live Mixing. Acara ini terbilang cukup sukses. “Live Mixing Masterclass menjadi START yang bagus! Animo teman-teman pekerja audio rupanya cukup besar dan terlihat banyak rekan-rekan di daerah yang semangat mendaftar dan mengikuti program ini”, papar JM, sapaan akrab Joseph Manurung pada saat ditemui di sela-sela acara. Klaim tersebut bukannya tanpa alasan. Karena program ini memang terbilang cukup menarik minat para peserta yang tidak hanya berasal dari Jakarta dan sekitarnya saja, akan tetapi ada yang berasal dari Ponorogo, Jogjakarta, Medan, Sumbawa, Denpasar dan kota lainnya. Program ini benar-benar ‘memanjakan’ para peserta. Karena selain materi yang sangat berbobot, masing-masing peserta mendapatkan turotial secara personal dari para tutor dengan equipment yang premium berkat dukungan dari distributor pro audio. Setidaknya 2 distributor professional audio mendukung acara ini. Kairos Multi Jaya menurunkan 3 unit digital mixer terbaru , Allen&Heath dLIVE S5000 dan serangkaian microphone Audio-Technic, Sedangkan Promedia Innovative Solutions menurunkan 1 set speaker d&b audioteknik dan Tascam untuk kebutuhan teknis selama acara. Selain materi-materi yang dibawakan oleh para narasumber, para peserta juga mendapatkan ‘tambahan nutrisi’ berupa motivasi dan sharing pengalaman dari para sound engineer senior sekaligus pengusaha rental sound system terkemuka dalam industry ini yang menyempatkan waktu untuk datang. Beberapa punggawa dari asosiasi sound engineer IAS dan IAEC terlihat dating silih berganti. Acara semacam ini diharapkan terus ada, karena proses pembelajaran tidak hanya melalui jalur formal. Pepatah bilang, pengalaman adalah guru terbaik. Baik pengalaman pribadi maupun mempelajari pengalaman seseorang.

masterclass3

Related Posts