• Kamis , 17 Agustus 2017

STUDIO 58 EKSIS DENGAN MENGEMBANGKAN KONSEP LIVE RECORDING

 

studio

Industri studio rekaman komersil memang mengalami kelesuan beberapa tahun belakangan ini.

Namun, masih ada studio rekaman yang dimanajemeni dengan serius dan konsisten sehingga studio yang dibangun si pemilik tetap eksis menjalani bisnis penyewaan studio rekaman. Salah satu studio yang kami kunjungi di wilayah Margonda Raya, Depok, Jawa Barat adalah Studio 58 masih bertahan hingga kini. Studio 58 relatif lama dirintis oleh Chandra sejak tahun 2009 lalu. Chandra pemilik dan pengelola Studio 58 tidak menampik bahwa ‘banjir’nya pengguna home recording juga berdampak kepada bisnis studio rekaman besar. Banyak musisi muda yang mengerjakan proyek rekaman berangkat dari rumah saat tracking drum (sampling), gitar, dan keyboard, kemudian dilanjutkan di studio besar untuk merekam vokal. Atau musisi muda hanya memanfaatkan studio besar untuk kebutuhan rekaman drum dan vokal demi menghemat budget. Namun, Chandra memiliki kiat agar bisnis studio rekaman yang dirintisnya masih berjalan hingga kini. Ia senantiasa berkomunikasi dengan baik dan memberikan perhatian khusus kepada para pelanggannya. Hingga kini, komunikasi antara kru audio engineer dan pelanggan selalu terjaga dengan baik. Bahkan tahun 2016, Studio 58 menambah fasilitas satu buah studio baru dengan ukuran yang lebih luas dan konsep tata akustik yang matang. “Saya berusaha mengadakan komunikasi sesering mungkin dengan para penyewa studio. Saya juga sering menangani langsung sebagai sound engineer kepada beberapa penyewa studio, selain ditangani oleh host engineer yang kami sediakan.,” jelas Chandra. Dengan demikian, para pelanggan lama terasa nyaman bekerja di studio ini. Meskipun demikian, pelanggan baru juga kian berdatangan termasuk dari luar pulau Jawa memanfaatkan jasa studio 58. Tim manajemen berupaya memberikan layanan yang terbaik, setidaknya peralatan yang kini memiliki dua studio tetap dijaga baik kondisinya. Termasuk suasana studio yang sudah berjalan tujuh tahun lebih ini tetap nyaman dan bersih.

studio3

LIVE RECORDING
Studio 58 kini memiliki dua buah studio. Studio yang terbaru dibangun untuk kebutuhan live recording dan rehearsal. Dengan ukuran yang lebih besar mencakup satu buah ruang studio dan satu ruang kontrol. Studio live recording ini memiliki ceiling yang relatif tinggi demi mengikuti kebutuhan tata akustik sesuai ukuran ruang studio yang dibangun di lantai tiga. Selain pemilik dan pengeloa studio, Chandra juga sebagai konsultan tata akustik khusus studio rekaman, menerapkan konsep akustik pada live recording studio miliknya didirikan sejak tahun 2016.studio2
Studio live recording ini sudah beroperasi dan banyak dimanfaatkan musisi-musisi profesional untuk keperluan rehearsal dan rekaman (multi track). Pada ruang studio kami melihat sejumlah instrumen musik yang sudah dimiking untuk kebutuhan rekaman. Termasuk instrumen drum dan perkusi juga ditempatkan sejumlah mikrofon. Dalam ruang studio yang luas dapat pula dimanfaatkan untuk merekam simphoni orkestra hingga 16 musisi secara bersamaan. Hal ini, kerap dilakukan oleh tim audio engineer merekam kebutuhan musik orkestra menggunakan beberapa mikrofon selain keperluan rekaman band. Chandra sudah menyiapkan banyak mikrofon untuk kebutuhan live recording. “Sebenarnya, kami membangun studio ini (live recording) karena banyaknya permintaan dari sejumlah musisi pelanggan jasa Studio 58. Mereka tidak saja melakukan rekaman, tetapi mereka juga memiliki banyak jadwal manggung namun tidak ada tempat yang proposional keperluan latihan dengan ruangan yang lebih besar dan bisa direkam,” jawab Chandra.

AKUSTIK
Kami melihat kombinasi difuser dan absorber pada ruang studio dengan konfigurasi rancangan Chandra. Beberapa panel difuser dipasang mengelilingi dinding studio berdasarkan kalkulasi sesuai kebutuhan studio rehearsal. Bahan material kayu pilihan untk panel difuser dibuat sesuai dengan rumus dalam pembuatan salah satu kebutuhan akustik ini. Kami melihat di sekeliling ruang studio dipasangkan sejumlah panel difuser yang berfungsi untuk memecahkan pantulan suara agar tidak beresonansi yang berlebih. Pantulan suara yang dikeluarkan dari instrumen drum dan beberapa amplifier setelah dipantulkan ke dinding maka akan dipecah oleh difuser (panel kayu) serta mengurangi resonansi, seperti frekuensi rendah yang berlebih dan frekuensi tinggi yang berkurang. Perhitungan rumus pola balok-balok kayu disusun sedimikian rupa pada permukaan panel difuser disesuaikan dengan dimensi ruangan. Maka bisa didapatkan frekuensi menengah yang bersih dan frekuensi bass yang tidak boomy (berlebih). Pendistribusian resonansi ruangan relatif lebih rata dan mengurangi frekuensi tertentu yang menonjol. Pada bagian bawah dan atas panel difuser (dinding studio) dikombinasikan konsep absorber, termasuk pada seluruh sudut ruangan. Konsep absorber pada bagian bawah panel kayu (difuser) memberikan peran penting untuk menyeimbangkan antara frekuensi rendah dengan frekuensi menengah dan tinggi menjadi merata. Kenyamanan seluruh musisi ketika latihan di ruang studioini tetap terjaga. Sehingga musisi bisa berlatih selama beberapa jam menjadi maksimal tanpa terganggu frekuensi di dalam ruangan ini.

LIVE SOUND MIXER
Live recording studio 58 dapat mengakomodir 32 channel track simultan. Instalasi jalur audio diset dengan rapih sehingga meminimalkan kabel audio yang berserakan di lantai yang mengganggu mobilitas musisi berada di dalam ruangan tersebut. Seluruh jalur audio (32 channel) dikirim ke mixer Behringer X32. Pemilihan mixer X32, menurut Chandra adalah bisa mengakomodir 32 channel audio input analog dan mixer ini menyediakan preamp per channel. Konsep live recording, memang cukup praktis menggunakan mixer live sound seperti yang digunakan pada event konser live musik di outdoor. Maka DAW Protools yang digunakan bisa sekaligus menerima 32 channel input simultan hanya menggunakan kabel satu buah kabel USB dari X32 ke personal computer. Selain itu, routing audio juga mudah dilakukan sama halnya diterapkan pada situasi live sound. Pengaturan floor monitor (wedges) juga dikontrol dari mixer X32. Setiap pemain musik dan penyanyi diperkuat sejumlah floor monitor. Layaknya aplikasi live sound, operator dapat melakukan EQ pada setiap keluaran dari floor monitor dan speaker utama yang berada pada ruang studio, agar keluaran suara tetap jernih, tidak ada feedback dan nyaman didengar oleh seluruh musisi di dalam ruang studio ini. Tak aneh, jika kami lihat di ruang kontrol yang berukuran sedang ini tidak dilengkapi dengan outboard processor. Karena semua kebutuhan proses audio sudah menggunakan seluruhnya dari fitur internal yang disiapkan Behringer X32, seperti preamp, prosesor efek, dynamic processor, dan ekualiser. Penerapan live recording yang dibangun oleh Studio 58 cukup efektif dan direkam dengan sound yang jernih. Live recording Studio 58 ini, bisa dijadikan pilihan bagi musisi profesional yang sudah memiliki jadwal panggung rutin dimanfaatkan sebagai berlatih, review, dan workshop.

studio4

Related Posts