• Kamis , 19 Oktober 2017

QSC E10 & POWERAMP RMX 5050A

 

qsc-e10

QSC meluncurkan loudspeaker pasif terbaru E series di Indonesia pertengahan tahun 2016.

QSC E series dirancang dalam lingkungan pro audio dengan beragam variasi untuk aplikasi yang lebih luas, yaitu live performance (band), DJ, club, dance music, karaoke, seminar, stage monitoring dan instalasi tetap. Loudspeaker 2 Way QSC E Series dirancang dalam tiga seri, yaitu E 10 (woofer 10”, 2,5” voice coil, 300W continous, 1200W peak power), seri E12 (woofer 12”, 3” voice coil, 400W continous, 1600W peak power), dan seri E15 (woofer 15”, 3” voice coile, 500W continous, dan 2000W peak power). Satu sistem produk QSC yang direview oleh tim Audiopro mencakup sepasang loudspeaker QSC 10, 1 x subwoofer QSC E18 (single 18”, 800W continous, dan 3200 peak), dan power amplifier kompak RM 5050A (1100W 8Ω, 2000W4 Ω, 2500W 2 Ω, bridge 5000W 4 Ω). Keempat kabinet speaker ini terbuat dari bahan kayu lapis yang kokoh dan dibalur cat bertekstur warna hitam. Bagian depan kabinet (full range speaker dan subwoofer) ditutup dengan grill yang kuat sebagai pelindung driver namun menjaga estetika kabinet profesional yang kuat. Satu sistem yang dikirim ke studio Audiopro dengan konfigurasi QSC E10 (full range speaker), E18 (subwoofer), dan power amp RMX5050A memberikan output suara yang optimal dan tone yang transparan Performa full range speaker yang disembur dari QSC E10 sangat clear dengan sound yang padat. Respon frekuensi yang dikeluarkan memberikan karakter sound yang lebih open. Tidak ada frekuensi yang berlebihan, termasuk area frekuensi menengah dan tinggi yang smooth dan tegas. Area frekuensi mid yang berkelas membawa tone vokal lebih persisi diimbangi dengan area frekuensi tinggi menjadi lebih berkelas. Reproduksi QSC E10 yang di drive dari power amp QSC RMX 5050A memiliki performa yang luar biasa, pada saat uji coba loudspeaker ini bisa dimanfaatkan tanpa subwoofer pada aplikasi tertentu, seperti resto, pub, lobbi, karaoke, dan lainnya. Tonal suara yang disebar merata cukup clear, area frekuensi rendah mengimbangi frekuensi menengah. Tone bass jenis EDM (Electronic Dance Music) yang kami putar memiliki decay yang padat ditambah frekuensi tinggi membuat sound lebih open. qsc-2

Selanjutnya, kami mengaktifkan subwoofer QSC E18. sejumlah aransemen EDM yang kami putar memiliki karakter tone bass lebih powerfull dan attack yang solid. Area frekuensi bass tetap solid tanpa menggangu frekuensi tengah hingga frekuensi tinggi dan tone tetap berimbang. Hasil output yang besar QSC E series tetap menjaga clarity dan tone dengan baik. Uji coba berikutnya, kami memanfaatkan konfigurasi QSC E10, E18, dan RMX 5050A sebagai satu sitem dengan memutar beberapa aransemen pop (akustik dan elektrik). Kami mendapatkan karakter QSC  Series yang transparan. Sound gitar akustik dan drum terdengar sangat musikal. Enerji instrumen drum yang melibatkan banyak frekuensi direpro dengan matang dan groove yang terasa yang memberikan enerji sound terasa mewah. Tak lupa, instrumen akustik seperti piano dan gitar akustik terdengar detail dan hangat. Sound vokal bergaya pop untuk genre pria dan wanita dari beberapa aransemen dengan unsur instrumen akustik terdengar blend dan menjaga kejernihan reproduksi suara secara utuh.

qsc-e10-3

Related Posts