• Minggu , 23 September 2018

KOLABORASI APIK PARA BINTANG TAMU ASIAN BEAT 2016

asian-beat-2016

Hujan yang turun sejak siang hari tak menyurutkan semangat para finalis yang bersiap tampil  di hadapan Juri. Sempat molor selama beberapa jam karena masalah cuaca, acara yang digelar outdoor ini sukses besar dengan penampilan memukau para finalis dan pemainan keren para bintang tamunya.

Asian Beat 2016 merupakan Asian Beat ke 18 sejak pertama kali diadakan oleh Yamaha Corporation sejak tahun 1998 (sebelumnya bernama  band alert hingga tahun 2001). Kompetisi band amatir ini merupakan kerucut dari kompetisi tingkat local head yang diadakan di 10 kota  dan diselenggarakan oleh dealer Yamaha Musik. Setidaknya tahun ini  ada 150 band berkompetisi utuk maju ke tingkat nasional.

Gelaran final nasional  berlangsung akhir September lalu, di sebuah kafe di bilangan Kemang Jakarta Selatan. Mengusung konsep outdoor, final kali ini juga free untuk umum, mengingat final nasional kali ini mendatangkan bintang tamu Glenn Fredly dan Isyana Sarasvati yang juga merupakan endorser Yamaha Musik .

SABI Sang Juara

Tepat pukul 17.00 acara dimulai seiring dengan menurunnya itensitas hujan deras yang turun sejak siang hari. Berturut-turut band asal makassar, Bandung, Jabodetabek , Surabaya, Semarang, Medan, Palembang,Lampung dan Jambi menampilkan lagu kreasi mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari Denny Chasmala, Ronald Steven dan Agung Gimbal yang  juga merupakan artist Yamaha.

Para finalis berhasil menampilkan lagu mereka sendiri dengan kreatif. Tidak terkotakkan dengan sebuah genre khusus, musik yang ditampilkan menjadi berwarna dengan ke khasan masing –masing  personil termasuk ada beberapa yang mewakili ciri khas daerah asal band mereka.

Lolos sebagai pemenang adalah SABI Band, asal Pekan Baru. Band yang bergenrekan Rock modern. SABI Band  berhasil memikat hati juri lantaran musik kekiniannya yang dimainkan secara rapih dengan teknik instrument yang bagus. Dengan demikian SABI Band  berhak menggondol hadiah sebesar  Rp10 Juta dan  layak  menginjakan kaki di Tokyo Jepang untuk berkompetisi di tingkat Asia. Akan berjumpa dengan band-band asal Malaysia, Taiwan, Singapore, Hongkong,China, Korea, Mongolia dan Kanada untuk memperebutkan voucher Yamaha senilai USD  3,000.

Sepanjang keikutsertaan di ajang grand fnal tingkat Asia,  Indonesia  sudah berhasil merebut 5 kali Grand Prize  melalui Topeng Band (2004), Rempeyex Band (2006), WAR Band (2009), Breakthru Band (2012) dan ROCK-X Band (2014) .

Kolaborasi

Satu hal yang menjadi pemikat konser malam final kali ini adalah penampilan para bintang tamu  seusai para finalis tampil sambil menunggu pengumuman pemenang. Dibuka dengan kolaborasi para artis Yamaha yakni ketiga dewan juri dengan Bonar Abraham. Henry Budidharma, Jonas Wang dan Sadrach  Lukas memadukan keahlian bermusik mereka melansir musik –musik pop-roock secara apik . Membuat penonton yang hadir berjingkrak-jingkrak di sisi panggung. Setelah 5 lagu dibawakan, saatnya Isyana Sarasvati tampil. Dengan balutan busan putih nan anggun Isayana melakukan konser intim dengan penggemarnya yang sudah menunggu sejak sore hari. Berlanjut dengan penampilan Glenn Fredly  setelah sebelumnya sempat duet dengan Isyana . Di sini Glenn sempat bercerita tentang keterikatannya dengan Yamaha Musik, “ Dulu saya pernah menang lomba nyanyi, hadiahnya adalah gitar Yamaha…” tuturnya. Itulah salah satu yang menjadi alasan betapa Yamaha selalu di hatinya….

D1n

Related Posts