• Sabtu , 18 Agustus 2018

IBANEZ AS200 PRESTIGE SEMI-HOLLOW BODY

buat-suplemen-japex-website

Sejak Ibanez Salvador diperkenalkan pada tahun 1930-an, Hoshino Gakki selalu melakukan pengembangan produk untuk pasar industri alat musik.

 

Setelah mengalami lawsuit period, Ibanez hadir dengan desainnya yang agak sedikit terlihat wild, unik, dan modern. Apalagi jika disandingkan dengan gitar yang berada di pasaran pada saat itu. Sampai saat ini Ibanez telah membuat berbagai macam varian instrumen alat musik dan telah dikenal oleh seluruh dunia. Ibanez memiliki katalog lineup produk yang cukup lengkap untuk industri alat musik, khususnya gitar, termasuk untuk segmen gitar listrik Hollow Body. Pada 2014 lalu, Ibanez memperkenalkan 11 gitar model terbarunya untuk seri Artstar Prestige, Artstar Series, Artcore Expressionist, Artcore. Adapun salah satu yang datang ke studio Audiopro kali ini, yaitu Ibanez Artstar Prestige Series AS200.

DESAIN DAN KONSTRUKSI
Produk ini hadir dengan bentuk vintage-styled double cut gitar dengan semi-hollow construction, body  flame maple dengan binding top dan back. Sementara pada finishing-nya ditampilkan dalam warna Vintage Yellow Sunburst yang dipadukan dengan pickguard turquise sehingga membuat kontrasnya terlihat baik. Pilihan hardware dengan knop klasik, switch, mounting ring pickup bernuansa gold, tuning machine putih, serta tune-o-matic bridge berwarna gold kian melengkapi gitar ini dan membuatnya tampak elegan. Konstruksi set-in neck berbahan material mahogany yang dibuat khusus untuk Artstar AS Series ini juga terlihat kokoh dan menunjukkan finishing yang serius. Sementara fretboard bound ebony dengan acrylic dan abalone block inlay-nya, selain akan menghasilkan tone berkarakter bright tetapi juga memberikan sentuhan mewah pada gitar buatan Jepang ini.

PLAYABILITY
Ibanez Artstar Prestige Series memiliki feel playability yang disesuaikan dengan image pure Jazz-box vintage-classic-nya. Neck medium C-shape-nya dilengkapi dengan scale dimensi neck 24.7 Inch, radius 12 Inch. Adapun thickness pada 1st fret 0.78 Inch sampai 12th fret 0.86 Inch, dan 2.24 Inch di fret terakhir menjadi terasa lebih flat dan tidak terlalu rounded. Maka, gitar ini cocok untuk dimainkan dengan teknik lead Bebop Jazz maupun chord Progressive yang memerlukan radius seperti ini. Saat mencoba beberapa scale mixolydian pada ke-22 fret-nya, untuk mencapai notasi pada fret 12 maupun fret tertinggi tidaklah sulit. Hal ini karena telah diberikan prestige fret-end treatment sehingga membuat fretboard terasa soft dan nyaman. Ditambah lagi dengan dukungan dari body cutaway bawahnya yang diperhatikan saat pengerjaannya. Di sinilah terlihat keseriusan Ibanez dalam memperhatikan playability untuk produknya. Dengan dukungan bridge Gotoh 510BN dan tailpiece Gotoh GE101A, tensi senar juga terasa stabil dan tidak mengalami perubahan tune ketika di bending.

 

“Baca selengkapnya di Majalah Audiopro edisi 07/2016”

Related Posts