• Kamis , 17 Agustus 2017

Mengapa DI (Direct Box) Penting Untuk Bass?

 

bass-guitar-lessons-bellingham

Sebagai pemain bass, saat ini panggung live atau studio rekaman, kita dihadapkan oleh banyak pilihan untuk mengeluarkan sound bass kita.  Bisa dengan direct ke amplifier melalui pedal-pedal bass yang kita bawa, direct ke DI box, dan menggunakan mikrofon di depan speaker kabinet bass.

 

Lantas apakah DI itu dan mengapa begitu penting bagi pemain bass? DI bisa berarti Direct Input, Direct Injection, ataupun Direct Interface. Namun, istilah Direct Injection terasa lebih tepat, mengingat fungsinya sebagai sesuatu yang menghubungkan dua benda. Kedua benda di sini adalah instrumen bass dan satu lagi bisa preamp atau konsol mixer. Sesuatu ini dinamakan DI Box karena biasanya berbentuk kotak. DI Box berfungsi untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan “electrical ground”, istilah awamnya gangguan listrik yang bisa mempengaruhi kejernihan sound. Kabel jack yang panjang sangat rentan terhadap electrical ground. Oleh karena itu, diperlukan  filter (DI Box) agar sinyal sound yang sampai ke preamp atau mixer tidak terpengaruh gangguan listrik. Setelah mengetahui fungsi penting dari DI, lebih lanjut mari ke situasi rekaman dan live (panggung). Sebagai contoh, Anda tidak menggunakan DI ketika rekaman atau hanya memasang beberapa mikrofon untuk menangkap sound dari speaker kabinet bass (istilahnya todong). Hal ini boleh saja namun Anda akan kerepotan saat mendengar hasil rekaman bass nantinya. Kemungkinan ada suara noise yang mengganggu sepanjang track rekaman yang bisa saja berasal dari salah satu mikrofon yang digunakan. Sungguh kesal jika harus mengulang bukan? Nah, untuk itulah diperlukan sebuah channel bass yang benar-benar jernih, clear, bebas gangguan noise terutama yang ditimbulkan oleh tegangan listrik yang terkadang naik turun. jdi-on-amp-w-p-bass-hirez

direct_box_amp_2286Di sinilah DI berperan penting. Jadi, nantinya ketika melakukan mixing-bass Anda memiliki beberapa pilihan channel, dan yang paling penting Anda memiliki sound bass yang clear langsung dari DI. Tak jauh berbeda dengan situasi rekaman, ketika live pun pastinya bakal terjadi banyak gangguan suara dari listrik di panggung. Ya, paling aman dan tepat tentu menggunakan DI di samping, misalnya dengan me-miking (todong) speaker bass milik Anda. Dari beberapa pengalaman saya baik saat rekaman maupun live, sinyal yang berasal dari DI menjadi favorit para sound engineer karena sinyal itulah yang mewakili sound asli dari instrumen bass yang digunakan. Sound tersebut menjadi dasar yang paling bagus untuk diolah dalam proses mixing lebih lanjut. Pertanyaan selanjutnya, perlukah pemain bass memiliki sebuah DI? Selain DI Box konvensional yang biasanya sudah disediakan oleh rental sound system saat live, Anda juga bisa menggunakan beragam pedal preamp modern saat ini yang sudah menyediakan  tur DI. Adapun yang perlu diperhatikan adalah bahwa pedal preamp yang sudah memiliki  fitur DI berkarakteristik sound yang berbeda-beda. Jadi, selain menyediakan fungsi untuk DI yang dasar, pedal preamp juga mewarnai tone bass Anda, merujuk kepada tipe amplifier bass tertentu. Ada pedal preamp yang menghasilkan sound vintage, flat, ataupun modern. Karena itu sangat penting untuk melihat review setiap pedal preamp yang ingin dimiliki. Sebaiknya Anda mencobanya secara langsung untuk mengenali karakteristik sound-nya masing-masing.

Related Posts