• Senin , 17 Desember 2018

Launching Album Sunyotok By Coki Bollemeyer Setelah 19 Tahun Terpendam

coki-proevent

Gitaris band NTRL, Coki Bollemeyer membuktikan keseriusan ekspansinya ke ranah jazz. Proyek musik terbarunya, Sunyotok, akhirnya mengeluarkan album perdana bertajuk Sunyotok by Coki Bollemeyer.

“Hari ini Sunyotok by Coki Bollemeyer dan Shomeker Studio bikin hajatan launching album Sunyotok by Coki Bollemeyer,” kata Coki di Shoemaker Studios, Gedung CCM, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat 22 Juli 2016 kemarin . “Sunyotok itu mimpi lama gue mau bikin solo album. Ya kalau gue bilang memang mungkin waktunya sekarang. Gue enggak bisa ngoyo juga. Pas dapat sama Prajna (Pendiri Shoemaker Studios, Prajna Murdaya). Vibe-nya enak.” ujarnya. Solo album yang mulai di kerjakan pada awal 2016 ini sebenarnya proyek Coki yang tertunda sejak 1997. Dalam merealisasikan Sunyotok, Coki menggaet Jerremia L Gaol (bass), Mario Obedh L Gaol (drum), Aria Prayogi (synth), dan Harmoko Aguswan (sound designer). Album Sunyotok by Coki Bollemeyer yang berisi delapan lagu yakni Herbs, Negative, Temptation, Whipcream, Rainy Season, Wanderlust, Contemplate, dan Scrambled Egg direkam di Shoemaker Studio dan melakukan proses mastering yang ternyata di kerjakan oleh Steve Currao di Sage Studio, Nashville, Tennesse, Amerika Serikat. Selain itu, Coki juga bertindak sebagai produser eksekutif untuk album tersebut. “Sound desain dan mixing kebetulan di handle oleh Moko, Big Bro Studio, dan Moko adalah salah satu orang yang support banget proyek ini, sebenarnya mastering di Amerika Serikat juga atas rekomendasi dari Moko, dan hasilnya gue sangat puas’, Jelas Coki Gitaris 39 tahun ini mengungkapkan bahwa pembuatan proyek Sunyotok murni karena kecintaannya pada musik, termasuk jenis jazz. Coki menyebut dari dulu memang suka dengan music secara general tanpa genre. “Terlepas dari genre apa, buat gue Sunyotok by Coki Bollemeyer amat sangat personal, perjalanan spiritual gue. Gue pengin bersenang-senang saja,” kata Coki. Coki yang dikenal piawai memainkan gitar bergenre punk bersama NTRL dan sempat memainkan musik bergenre metal bersama Deadsquad dan beberapa band dengan genre music yang berbeda ternyata memang sangat menyukai musik dari berbagai genre termasuk jazz, namun Coki juga punya pandangan sendiri terhadap musik jazz yang dia mainkan di album Sunyotok by Coki Bolemeyer ini. “Kalo buat gw pribadi, musik yang gue mainkan di album ini adalah ‘Psychadelic Spiritual Fun’, jadi musik secara general yang mempengaruhi music gue disini. Ada jazz, rock, soul, funk, Motown dan lain – lain yang menginspirasi gue untuk album ini, hanya pengaplikasian dasarnya gue memakai unsur jazz, Begitu menurut pendapat gue, dan kebetulan teman – teman di Sunyotok juga punya pendapat dan pemikiran yang sama”, sambung Coki lagi. Mengenai nama, Coki memilih Sunyotok terinspirasi dari seorang ventriloquist Indonesia, Gatot Sunyoto. “Kebetulan yang nyangkut di kepala gue Sunyoto, Indonesia banget. Legend Indonesia yang namanya Gatot Sunyoto, akhirnya gue tambahin huruf ‘K’ supaya tambah mantap,” jelasnya. Dengan dirilisnya album debut tersebut, pria brewok ini berharap bisa menikmati perjalanan barunya di Sunyotok. “Gue pengin menikmati journey-nya. Semoga jangka panjang bisa diterima masyarakat luas dan kepengin bisa main atau manggung di daerah dan di luar festival,” jelas Coki. Selain itu, ketika peluncuran album perdana tersebut, Sunyotok juga memainkan beberapa lagu secara live streaming di Ampli.­ /Shoemakerstudios. Saat ini, Album Sunyotok by Coki Bollemeyer sudah bisa redidapatkan di toko musik online seperti iTunes dan CD pada jaringan distribusi demajors.

Related Posts