• Minggu , 23 September 2018

KunoKini Menjajal Nuansa Pop

on-stage

 

Panggung musik Nasional tidak hanya didominasi oleh band Pop, paling tidak band KunoKini yang memiliki basic perkusi etnik mampu memberikan nuansa yang berbeda. Band yang berawak Adhi Bhisma Whraspati (Bhismo), vokal dan taganing Batak; Astari Achiel (Bebi), soko guru; Dzul­ kri Putra Malawi (Fikridzul), Bonang Jawa dan kangkanung Kalimantan eksis dengan mengembangkan berbagai alat musik tradisional di hingar-bingar panggung yang syarat nuansa modern. Bukan berarti mereka melawan konsep modern dalam bermusik, tetapi justru berusaha untuk menjembatani. Hal itu dibuktikan saat band ini meluncurkan single terbaru mereka “HeyBeb!!”. Single ini dipilih sebagai langkah eksistensi mereka di tahun 2016. Menurut mereka single ini sebagai bukti kompromi musik etnik dengan modern. Sebuah single yang dianggap menolak kuno di tengah hingar-bingar kekinian. Seperti karya-karya sebelumnya, “HeyBeb!!” kembali memadukan unsur tradisi Indonesia dengan unsur musik yang modern. Hal ini tampak dari perpaduan irama Hip Hop dan Reggae Dancehall, serta cara bernyanyi ala ragga yang ditampilkan oleh vokalis utama, Bhismo dan rapping-nya Kallula (vokalis band KimoKal) sebagai musisi tamu. KunoKini menjajal nuansa Pop dengan tetap menampilkan image mereka. Sebuah jembatan yang bisa menyatukan dua kubu musik. Tidak hanya itu, saat peluncuran album ini mereka berkolaborasi dengan banyak nama, sebut saja Kallula (KimoKal), Wizzow dan Della MC (Batik Tribe), Iga Massardi (Barasuara), dan Reza Achman (Matajiwa). KunoKini mampu tampil modern tanpa harus menanggalkan ke-Indonesia-an mereka.

Related Posts