• Senin , 20 November 2017

Hybrid Drum Yamaha Live Custome dan DTX Series Untuk Genre Metal

cover-s

 

LEON KOIL & ALVIN NOXA

Brand Yamaha untuk instrumen drum sudah lekat bagi musisi-musisi dunia yang memainkan genre musik jazz. Namun, kini brand Yamaha drum tidak harus diaplikasikan untuk jenis musik bernuansa jazz saja, tetapi terbukti sesuai untuk jenis musik rock, metal, dan musik cadas sejenisnya.

Alvin Noxa yang jelas-jelas mengusung genre Grindcore terbukti sudah tampil hingga ratusan panggung metal di dalam maupun luar negeri menggunakan set drum Live Custom Series keluaran Yamaha yang dikombinasikan dengan drum elektrik DTX 700 Series. Begitu pula dengan drummer band Koil, yakni Leon membuktikan hybrid drum Live Custom dan DTX 700 Series digunakan sebagai senjata utamanya ketika manggung.

LEON KOIL

Koil merupakan band senior asal Bandung yang beraliran Rock, Industrial Rock, dan Alternative Metal yang masih eksis lebih dari dua puluh tahun. Drummer Koil, Leon Ray Legoh yang dikenal dengan panggilan Leon Koil adalahi endorser instrumen drum Yamaha sejak 2014. Koil sudah lama dikenal oleh kalangan pencinta musik cadas. Band ini masih aktif tampil dalam komunitas music Heavy Metal dan sejumlah venue besar. Uniknya, sejak awal Koil berdiri sampai sekarang, seluruh personel masih setia tergabung dalam band yang telah dirintis bersama-sama. Singkatnya, Koil yang berpengalaman lebih dari 20 tahun masih tetap eksis dengan konsep musik Metal yang diusungnya. Tak terkecuali Leon, turut merintis Koil sejak awal berdirinya grup band yang namanya melambung pertama kali di kalangan pencinta musik Rock dengan album “From Nowhere” (1994). Leon yang kami temui di Yamaha Musik Indonesia Distributor mengisahkan sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama sudah menyukai instrumen drum. Beberapa kali ia mengikuti kursus drum di sekolah musik meski tidak dituntaskan di era 80-an. Pada saat itu pula, meskipun Leon dan Koil mengusung genre Heavy Metal, Industrial Rock, dan sejumlah genre sejenis, Leon justru sudah akrab dengan Fusion Jazz. Memang pada era itu, Fusion Jazz sedang digandrungi banyak kalangan anak muda termasuk musisi. Jadi, Jazz hingga sekarang masih banyak memberikan inspirasinya sebagai drummer. Sebelum bergabung dengan Koil, musisi yang kini juga berprofesi sebagai chef di restoran Legoh yang dikelolanya di kota Bandung ini sempat memainkan genre Jazz bersama rekannya sewaktu masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Setelah lulus SMA, ia bersama Otong (vokal), Donni (gitar), Ibrahim Nasution (bass) mendirikan Koil yang masih eksis hingga sekarang. Nama Koil terus menanjak di genre musik Rock dan para fansnya tetap setia mendampingi Koil, meski pada saat itu Leon belum menggunakan set drum keluaran Yamaha. Suatu ketika salah satu konser tunggal Koil diselingi permainan unplugged di sejumlah aransemennya. Sejak saat itu Leon melengkapi instrumen drum khusus music unplugged yang dimainkannya dengan membeli set drum Yamaha seri Manu Katche di tahun 2010. Dari sanalah, ia mulai menyukai karakter sound drum keluaran Yamaha. Seiring berjalannya waktu, eksistensi Koil terus berlanjut dengan manggung di ber bagai event yang membuat Yamaha Musik Indonesia Distributor (YMID) melirik Leon hingga akhirnya ditarik sebagai endorser produk instrumen drum Yamaha di tahun 2014.

 

“Baca selengkapnya di Majalah Audiopro edisi 03/2016”

 

Related Posts