• Rabu , 22 Agustus 2018

Coki Bollemeyer, Pasangan Sejati Dengan Ibanez

cover story 2

 

Coki Bollemeyer, gitaris dan penulis lagu senior yang memulai kariernya sejak tahun 2000 bergabung dengan base jam beraliran pop. Selang beberapa tahun, Coki Bollemeyer yang akrab disapa Coki berputar arah bergabung dengan Netral (2002) yang kini berganti nama NTRL beraliran Punk Metal kian memijakkan kariernya lebih dalam sampai saat ini.

 

Ketika ditemui tim Apro di kediamannya di wilayah Cipete, Jakarta Selatan, Coki menjelaskan bahwa instrumen gitar yang ia gunakan hanyalah sebagai ‘tools’ yang melengkapi kreativitas bermusik yang ia ciptakan. Karier Coki yang sudah digeluti lebih dari 15 tahun ini, diperkuat dengan gitar Ibanez yang selalu difavoritkan menjadi main tools dalam proses kreativitas dengan sejumlah band (di luar NTRL) yang ia tekuni saat ini, di antaranya Black Teeth dan Sunyotok yang berbeda genre pula. Gitar Ibanez sudah difavoritkan ketika ia memulai bermain musik di era 90-an. ”Jujur memang gue senang Ibanez. Enggak tahu kenapa, menurut gue waktu itu Ibanez bukan gitar konvensional. Pada waktu itu ada Ibanez RG Series memiliki style sendiri di era 80 sampai 90-an. Waktu itu image Ibanez kuat sekali, sampai sekarang gue senang banget sama Ibanez,” kenang Coki. Gitaris yang akan merilis band barunya, Sunyotok yang dibentuk 2016 ini mengakui pernah memiliki hingga 20 Series Ibanez yang dipakainya secara silih berganti sampai saat ini. “Gue itu bosanan, kadang-kadang enggak semua gitar yang dikasih dari endors-an saja. Kalau gue senang (gitar Ibanez), gue akan beli sendiri di mana saja. Misalnya, dulu gue pernah beli Ibanez 7 string di Medan dan pernah dapat juga Ibanez AX7 di Guitar Center di Hollywood (USA). Pokoknya kalau gue senang (seri Ibanez lain) akan gue kejar. Cuma sampai ke sini sempat kebanyakan (koleksi gitarnya). Jadi gue rotasi, kalau ada yang masuk berarti harus ada yang keluar,” terangnya. Koleksi gitar yang masih ia gunakan saat ini hanya 6 gitar yang biasa digunakan untuk kebutuhan produksi (rekaman) dan live performance, di antaranya AR Series, JS Series, dan Xiphos Series. Coki pun menjelaskan bahwa Ibanez AR Series bisa digunakan untuk genre apa saja. Ibanez cukup unik, banyak seri terbaru terus mengikuti perkembangan tren musik. Berevolusi ke arah zaman sekarang. Menurut Coki, seri-seri legacy tetap ada seperti AR Series, Road Core (Retro Series) bahkan RG Series tetap re-issue…

 

“Baca selengkapnya di Majalah Audiopro edisi 06/2016”

Related Posts