• Minggu , 22 April 2018

Nuansa Alam untuk “Soekamti Day”

nuansa-alam-untuk-soekamti-day

Band Punk asal Yogyakarta, Endank Soekamti merilis album terbarunya yang bertitel “Soekamti Day”. Tidak seperti kebanyakan band yang menggarap album di studio, Erix (bass/ vokal), Ari (drum) dan Dory (gitar) justru memilih studio alam terbuka. Bagaimana tidak, mereka mengusung perangkat studio di sebuah pulau terpencil bernama Gili Sudak, NTB. Sebuah proses recording yang cukup nyeleneh sekaligus inovatif.

Ternyata, keinginan untuk merekam album di studio terbuka ini sudah lama mereka idamkan. Awalnya mereka kesulitan menemukan lokasi yang sesuai dengan keinginan mereka, tetapi atas sebuah rekomendasi dari fans, akhirnya mereka memilih Gili Sudak, sebuah pulau terpencil di daerah NTB. Mereka pun melakukan survei untuk  membuat perizinan terlebih dahulu, barulah kemudian mengangkut perangkat recording mereka menuju pulau tersebut. Proses recording tersebut dilakukan selama sebulan lebih.

Menurut Dory, mereka sudah cukup lama merencanakan hal ini. “Setelah dirasa Gili Sudak sesuai, dan setelah survei, kami langsung memboyong perangkat recording bersama tim, langsung menuju Gili Sudak. Akan tetapi, kami sudah mempertimbangkan berbagai kendala saat melakukan recording outdor. Misalnya, angin dan kendala alam lainnya. Cukup menantang bahkan membuat kami mendapat banyak pelajaran baru,” tambah gitaris ini menjelaskan.

Salah satu alasan dipilihnya pulau ini, selain memiliki pemandangan yang indah, pulau ini juga termasuk pulau terpencil dengan penduduk yang hanya beberapa orang saja. “Kami sempat terlena. Hari-hari pertama karena merasa sangat bersemangat berada di pulau ini kami malah tidak produktif. Lebih banyak berenang atau bersenang-senang. Sebuah hal yang memang jarang kami lakukan bersama tim,” ungkap Ari.

Akan tetapi, karena mereka memiliki keterbatasan waktu, mereka juga harus menyelesaikan pembuatan album sesuai rencana semula. Mereka akhirnya menemukan energi yang mereka harapkan untuk menggarap album ini. “Keterbatasan perangkat dan waktu singkat justru membuat banyak hal kreatif yang timbul secara tiba-tiba. Lagu demi lagu muncul dengan berbagi cara. Justru kami merasa musik kami lebih kreatif,” tambah Ari.

Adapun yang menarik dari album yang digarap selama Juni–Juli 2016 ini justru menampilkan lagu yang lebih banyak dari album-album sebelumnya. “Lagu ‘Sampai Jumpa’ merupakan lagu terakhir yang kami garap. Lagu ini muncul justru saat kami mau berkemas-kemas pulang. Lagu ini punya arti tersendiri secara emosional. Seperti lagu perpisahan atau ucapan terima kasih bagi masyarakat Gili Sudak,” jelas Dory. Lagu “Sampai Jumpa” tersebut justru dipilih sebagai single pertama di album terbaru mereka.

Album yang akhirnya resmi dirilis ini diberi titel “Soekamti Days”. Titel album ini dipilih sebagai penghargaan terhadap Groupis Kamties (nama fans dari Endank Soekamti), yang sudah menemani karier mereka. Album ke-7 ini berisi 17 track, di bawah label mereka sendiri Euforia Record.***sTr

Related Posts